Sulap Limbah Pinus Jadi Kerajinan, Retno Dulang Rp 30 Juta/Bulan

rnh5n6pgd5unf2lrtpezSaat melangkahkan kaki di Jalan Gondosuli, Kelurahan Waru, Malang, Jawa Timur‎, terdengar nada bising dari mesin gergaji. Pas di satu tempat tinggal sederhana bercat kuning, terlihat aktivitas sebagian orang tengah memotong kayu pinus jadi sebagian ukuran. Orang yang lain tengah serius melukis kayu-kayu itu jadi satu product bernilai lebih.

Ya, usaha kerajinan kayu punya Retno Hastuti (54) dipopulerkan dengan nama GS4 Woodcraft. GS4 adalah kepanjangan dari alamat jalan Gondosuli nomor 4, tempat dimana usaha ini berkembang dari masa ke masa.

Retno demikian tekun mengontrol hasil pekerjaan 7 orang karyawannya. Pada wartawan yang menemuinya di tempat sistem produksi sekalian galeri kerajinan kayu di Malang, Jawa Timur, Jumat (11/9/2015), Retno menceritakan perjalanan usaha kerajinan dari kayu bekas pinus yang diawali mulai sejak 1992.

Tanpa ada dengan bekal modal, Wanita jebolan Kampus Brawijaya ini berani memakai limbah kayu pinus dari pabrik yang dipunyai rekannya. Pabrik ini menghasilkan almari serta yang lain. hiasan kamar dari barang bekas memanglah banyak diketemukan di kota Malang.

Tidak cuma itu, Retno juga meminjam mesin pemotong sepanjang satu jam untuk membelah kayu-kayu itu serta dikreasikan jadi product. Perlahan-lahan namun tentu, wanita berhijab ini pada akhirnya dapat beli kompresor untuk menlancarkan bisnisnya.

” Nah pada 2002, saya jadi partner binaan PT Bank Mandiri Tbk. Saya memajukan utang Rp 10 juta untuk ekspansi usaha. Karna jadi binaan, saya bisa program kursus serta diberangkatkan ke pameran-pameran jadi support pemasaran, ” jelas dia.

Waktu kursus tersebut, diakuinya, belajar masalah manajemen pemasaran, membuat neraca keuangan atau pembukuan dsb. Saat ini, Retno katakan, GS4 Woodcraft mampu menghasilkan 1. 000 buah product kerajinan kayu bekas pinus dalam sebulan. Hasil produknya juga berbagai macam misalnya seperti ‎perabot rumah tangga, souvenir pernikahan, serta mainan anak-anak dalam
Begitu halnya harga. Retno membanderol Rp 10 ribu sampai juta-an rupiah yang termahal untuk product satu set perlengkapan rumah tangga.

” Pemasaran lewat dunia maya serta pameran mendongkrak omzet sekira Rp 25 juta hingga Rp 30 juta per bulan. Namun pada musim kawin, pendapatannya dapat lebih dari itu. Keuntungan bersihnya 25 persen-50 % dari omzet, ” katanya.

Retno mengaku, kerepotan terima keinginan yang datang dari beberapa daerah semua Indonesia‎, diantaranya Jakarta, Bandung, Palembang, Aceh, Bontang hingga daerah di Timur Indonesia. Bahkan juga Ibu dari tiga orang anak ini menceritakan sempat mengekspor product kerajinan kayunya ke Jamaica serta Singapura pada 2003.

” Karna kami belum juga memiliki pengalaman, kami keteteran waktu keinginan membludak hingga 60 ribu pieces product kerajinan kayu pinus. Pada akhirnya kami tidak dapat mengontrol kwalitas, sebab umumnya bila export maunya semuanya barang sama mutunya, ” jelas dia.

Ada keinginan yang menginginkan diraih dengan menggerakkan bisnisnya ini. Tidak muluk-muluk. Retno cuma menginginkan usaha yang ditelateni serta telah membawa hasil menyekolahkan anak-anaknya sampai bangku kuliah jalan mulus.

Seperti usaha beda biasanya, usaha Retno juga tidak senantiasa jalan mulus. Istri dari Heru Budianto, salah seseorang Dosen Arsitektur di Kampus Brawijaya ini sempat memiliki pengalaman pahit saat krisis moneter menempa Negeri ini pada 1998 yang lalu. Usaha kerajinan kayu pinusnya hampir gulung tikar.

” Dahulu 1998, kami ‎pernah nyaris kolaps karna harga bahan baku seperti cat alami fluktuasi tidak menentu. Sesaat orderan telah pada harga yang diputuskan. Pada akhirnya perlahan-lahan mulai bangkit serta karna telah belajar dari waktu dulu, saat ini waktu keadaan ekonomi tengah sulit, kami tetaplah aman. Tidak dampak, jadi penjualan bertambah, ” kata Retno akhiri pembicaraan.

Advertisements

DIY Wadah Make Up dari Kotak Sepatu

INTERWELL-SPH08-Multipurpose-Small-Paper-Craft-CardboardHai Teman dekat Cewek… Sempat tidak ngalamin lipgloss, bedak, BB krim, dan lain-lain, bertebaran karna kotak make-up kamu telah kepenuhan?. Terasa butuh beli wadah make-up baru?. Eits, janganlah dahulu, cobalah deh gunakan kotak sisa sepatu kamu. Dari pada beli tambah baik buat sendiri, kan dan cara membuat kotak kosmetik dari kardus? Bahan-bahannya tidak butuh dibeli, gunakan saja yang berada di tempat tinggal. Langkahnya juga mudah banget. Yuk, kita cobalah…

BAHAN-BAHAN

  • Dus sisa sepatu
  • Potongan kardus untuk pembatas
  • Kertas hadiah sisa
  • Gunting/cutter
  • Lem
  • Solasi/double tape

CARA MEMBUAT

  • Gunting potongan-potongan kardus hingga dapat jadi partisi atau pembatas didalam kotak sisa sepatu.
  • Ukuran serta tinggi sesuai saja sesuai sama selera. Potongan kardus dapat di ambil dari kardus sisa apa sajakah. Bila cuma ada kardus susu yang tidak tebal, didobel saja supaya lebih tidak tipis.
  • Bungkus guntingan kardus itu dengan sebagian warna kertas hadiah. Bila ada kertas hadiah sisa, gunakan saja kertas-kertas itu, tidaklah perlu beli yang baru.
  • Input kardus yang telah terbungkus kertas hadiah kedalam kotak sepatu hingga terjadi kotak-kotak kecil di dalamnya.
  • Lalu hias kotak sepatu dengan kertas hadiah juga, dibungkus atau cuma ditempel-tempel saja.
  • Sesudah usai, kamu tinggal atur saja kosmetik milikmu didalam kotak itu. Satu kotak untuk maskara, kotak di sebelahnya untuk lipstik, dan sebagainya. Bagaimana, siap coba?. Selamat berkreasi dan cara membuat tempat kosmetik sederhana semoga bermanfaat!

10 Inspirasi Kreatif Memakai Kembali Styrofoam Bekas

styrofoam-speakerStyrofoam yang mempunyai nama beda Polystyrene memanglah memiliki 2 bagian yakni positif serta negatifnya. Namun, Styrofoam yang terlebih digunakan jadi paket makanan atau minuman yang memanglah tampak praktis serta rapi ini adalah product dari minyak bumi yang memanglah cuma diijinkan sekali gunakan serta baiknya dijauhi. Pikirkan saja begitu banyak tumpukan styrofoam yang juga akan keluar terlebih bila kita membuangnya di sembarang tempat.

Limbah styrofoam yang tidak bisa diuraikan oleh alam adalah problem besar untuk lingkungan, sebab bila dibakar asap hitamnya jadi polusi udara, namun bila dibuang dapat jadi penyebabnya banjir. Mengingat benda putih bersih ini tidak bisa terurai secara cepat atau memerlukan saat nyaris beberapa ratus th.. Memanglah terdapat banyak perusahaan diluar negeri yang dapat mendaur ulang styrofoam jadi barang yang bisa digunakan kembali, namun di Indonesia, styrofoam yang didaur ulang kembali jadi styrofoam kembali.

Pada artikel ini, juga akan dibahas bagaimana memakai kembali hiasan styrofoam sisa hingga mempunyai faedah serta nilai lebih. Mudah-mudahan bisa jadi rujukan yang bermanfaat. Enjoy!

1. Pengeras Nada (Speaker) Laptop dari Stryofoam Bekas
Mungkin saja untuk kita banyak yang berasumsi styrofoam sisa yaitu benda yg tidak bermanfaat, walau sebenarnya dengan sedikit usaha sesungguhnya kita bisa memakainya kembali jadi benda yang mempunyai nilai lebih. Satu diantara langkah memakai styrofoam sisa yaitu membuatnya jadi speaker laptop. Inspirasi ini kelihatannya tidak masuk akal, tetapi nampaknya speaker laptop dari styrofoam bisa di buat serta berperan dengan baik. Dengan memakai sebagian alat elektronik penambahan, kita bisa merubah styrofoam jadi speaker laptop. Untuk ketahui beberapa langkah membuatnya bisa diliat disini

 

2. Pengeras Nada (Speaker) Smartphone dari Styrofoam
Mungkin saja untuk beberapa orang, nada yang keluar dari speaker smartphone masih tetap merasa kurang menggelegar terlebih ketika dipakai untuk memutar lagu. Jika volume nada dikeraskan, nada yang keluar juga akan relatif pecah sedang bila volumenya dikecilkan suaranya juga akan terdengar lirih di telinga. Seorang mungkin beli speaker portabel yang bagus, tetapi hal tersebut bermakna kita mesti keluarkan uang. Satu diantara pemecahannya yaitu memakai kembali gelas styrofoam sisa untuk hasilkan pengeras nada smartphone murah. Beberapa langkah membuatnya bisa diliat disini

 

3. Dekorasi Lampu dari Styrofoam Bekas
Inspirasi untuk memakai kembali styrofoam sisa ini datang dari sekumpulan desainer dari China. Dengan memakai potongan gelas dari styrofoam sisa serta sebagian alat penambahan seperti lem, bisa di buat satu dekorasi lampu yang cantik. Satu inspirasi sederhana tetapi bisa memberi nilai lebih untuk membuat kembali beberapa barang sisa yang seringkali kita temui dalam kehidupan keseharian.

 

4. Souvenir Gelas Unik dari Styrofoam Bekas
Berkreasi bisa dikerjakan dimanapun, termasuk juga di benda-benda yang seringkali kita buang seperti cangkir kopi dari styrofoam. Untuk penggemar kopi pasti seringkali menjumpai benda ini. Ada saatnya kita temukan cangkir kopi styrofoam yang berkwalitas tinggi adapula yang berkwalitas rendah yang harga nya pasti begitu murah. Tetapi ditangan seniman seperti Chemming Boey benda murah itu dapat bernilai beberapa ratus dollar jika kita ketahui apa yang perlu dikerjakan, yakni melukisnya.

 

5. Dekorasi Tempat tinggal dari Styrofoam Bekas
Mendekor satu tempat tinggal kelihatannya tidaklah perlu beli dekorasi yang berada di toko. Dekorasi dengan rencana Do It Yourself (DIY) yaitu satu ide untuk membuat sendiri atau memakai beberapa barang yang seringkali kita temui baik baru atau sisa. Rencana DIY sesungguhnya telah lama berkembang di Eropa serta Amerika. Berawal dari hoby, lalu berkembang jadi satu gerakan. Satu diantara misalnya yaitu membuat dekorasi dengan memakai kembali styrofoam sisa serta sedikit ketrampilan menjahit. Kreasi yang lain bisa diliat disini

 

6. Styrogami, Kerajinan dari Styrofoam
Dari namanya sepintas seperti seni melipat kertas Origami Jepang, Styrogami yaitu satu kreasi membuat styrofoam jadi benda-benda unik. Inspirasi ini sesungguhnya di inspirasi dari origami, tetapi memakai styrofoam jadi medianya. Inspirasi ini memanglah belum juga sepopuler origami, tetapi sebagian orang sudah berusaha untuk beragam jenis kreasi dari styrofoam. Kreasi-kreasi styrogami yang lain bisa diliat disini

 

7. Vas Bunga dari Styrofoam Bekas
Rupanya gelas styrofoam bisa dipakai untuk membuat beberapa hal. Terkecuali bisa dipakai jadi pengeras nada smartphone serta media lukis seperti penjelasan pada artikel terlebih dulu, gelas styrofoam bisa dipakai jadi vas bunga yang unik. Tekniknya juga cukup sederhana, dengan memanaskan gelas memakai panci serta air, gelas styrofoam juga bisa dibuat serta dipakai kembali jadi vas bunga yang unik.

 

8. Media Printing dari Styrofoam Bekas
Untuk kamu yang mempunyai hoby di bagian seni mungkin saja info ini juga akan sedikit berguna. Styrofoam bisa dipakai jadi media untuk membuat media bikin alternatif yang murah. Dengan lembaran styrofoam serta pensil kalian bisa membuat kreasi seperti di atas. Media bikin ini di inspirasi oleh stempel-stempel kuno dari China.

 

9. Lampu Hias dari Gelas Styrofoam Bekas
Gelas yang terbuat dari styrofoam nyatanya dapat juga dipakai untuk membuat pernak-pernik cantik seperti photo di atas. Satu dekorasi lampu yang terbuat dari gelas styrofoam. Lampu dari styrofoam ini dapat memberi pencahayaan lembut serta pas dipakai jadi lampu dekoratif di kamar. Dampak sinar redup memberi nuansa yang nyaman. Untuk membuatnya tidak memerlukan skill yang tinggi, dengan sedikit kreativitas kamu dapat juga membuatnya sendiri. Beberapa langkah membuatnya bisa diliat disini

 

10. Beauty Dish (Kamera Flash Diffuser) dari Styrofoam Bekas
Syrofoam bisa dipakai jadi alternatif flash diffuser yang bila kita membelinya dari toko peralatan camera harga nya masih tetap cukup mahal. Inspirasi ini cukup unik, dengan memotong jadi bagian-bagian, styrofoam bisa dipakai jadi flash diffuser alternatif. Untuk yang masih tetap belajar photografi serta pencahayaan, inspirasi ini cukup menarik untuk dikerjakan. Tidaklah perlu beli alat photografi yang mahal untuk belajar, banyak langkah yang bisa dikerjakan mirip contoh ini umpamanya.

Langkah Pencegahan Kebakaran di Area Kerja

Related image

Tahu cara mencegah kebakaran di tempat kerja akan menekan kerugian kecelakaan yang menyebabkan kebakaran. Tentunya informasi mengenai mencegah kebakaran ini harus di berikan dengan tepat pada semua personil keamanan sekaligus karyawan. Selain informasi yang baik, pelatihan kecelakaan kerja yang dapat menyebabkan kebakaran juga harus dilakukan. Terutama jika mengingat sangat banyak potensi bahaya di tempat kerja yang dapat mengakibatkan kebakaran yang menelan sangat banyak kerugian.

Pemicunya kebakaran di tempat kerja

Kecelakaan yang menyebabkan kebakaran dapat terjadi dimanapun. Namun di tempat kerja karenanya ada sangat banyak mesin yang tersambung pada saluran listrik dan penggunaan beberapa bahan kimia selama system produksi buat peluang terjadinya kebakaran di tempat kerja jauh makin besar di banding tempat yang lain. Untuk menekan peluang kebakaran di tempat kerja, tahu pemicunya kebakaran sangat diperlukan. Berikut ini beberapa pemicunya kebakaran di tempat kerja :

  1. Kelalaian yang dilakukan oleh karyawan seperti merokok sembarangan jadi potensi bahaya kebakaran terbesar. Selain merokok, kelalaian seperti lupa mematikan aliran listrik yang tersambung pada mesin produksi juga jadi pemicunya utama kebakaran di tempat kerja.
  2. Kesengajaan yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab bisa pula jadi pemicunya kebakaran di tempat kerja. Kesengajaan ini dapat berupa perubahan komponen mesin atau alat-alat perusahaan yg tidak penuhi standard seperti masihlah memakai baju keselamatan, sepatu safety online, helm safety yang telah tidak layak gunakan sampai menyebabkan kecelakaan kerja yang mengakibatkan pada kebakaran.
  3. Api menyala sendiri mengakibatkan karena bersuanya unsur-unsur pembentuk api dengan beberapa bahan yang mudah terbakar. Hal sejenis ini seringkali terjadi pada beberapa pabrik atau perusahaan yang menyimpan bahan bakar sembarangan sampai tidak ada di kenali menguap waktu lalu bersua panas sampai nampak reaksi pembakaran.
  4. Dengan tahu pemicunya atau potensi bahaya kebakaran yang terjadi di tempat kerja akan buat setiap personil keamanan, karyawan sekaligus pihak tertinggi perusahaan siaga pada bahaya kebakaran. Selain itu tahu tiga unsur kebakaran yaitu bahan bakar, oksigen dan panas akan buat setiap siaga dalam melakukan tata laksana cara menghindar kebakaran di tempat kerja.

Kelas kebakaran dan pemadamannya

Kebakaran yang seringkali Anda jumpai di beberapa tempat termasuk di tempat kerja, dibedakan dalam kelas-kelas yang berbeda. Dengan tahu klasifikasi kebakaran ini dikehendaki umumnya orang tahu cara pemadamannya yang paling tepat.

Kebakaran kelas A.
Kebakaran kelas A yakni kebakaran yang karena oleh benda padat seperti kertas, kayu dan plastik. Selain itu karet dan busa juga disangka sebagai pemicunya kebakaran kelas A. Untuk memadamkan kebakaran yang karena oleh benda-benda padat, Anda dapat memakai media yang dapat memadamkan api seperti air, pasir sampai karung goni yang telah dibasahi memakai air. Anda bisa pula memakai APAR yang disediakan perusahaan atau tempat kerja Anda. Selain itu penggunaan bubuk kering dari zat kimia seperti sodium, potasium dan urea bikarbonat bisa pula memadamkan pemicunya kebakaran akibat benda padat.

Kebakaran kelas B
Kebakaran kelas B karena oleh benda-benda yang mudah sekali tersulut api yang barupa cairan seperti bensin, minyak tanah, solar sampai alkohol dan spirtus. Agar dapat memadamkan kebakaran ini Anda dapat memakai APAR yang disediakan perusahaan sampai racun api tepung kimia kering. Jangan sampai gunakan air untuk memadamkan kebakaran kelas B karena berat tipe air lebih berat dari cairan yang tersulut. Sampai memakai air jadi buat kebakaran semakin melebar.

Kebakaran kelas C
Kebakaran kelas C karena oleh aliran listrik yang ada di ruang kebakaran. Untuk memadamkan kebakaran ini Anda dapat memakai media pemadam api berupa APAR dan racun api tepung kimia kering. Sebelumnya melakukan pemadaman api, putuskan dulu aliran listrik sampai Anda lepas dari peluang tersengat listrik saat melakukan tata laksana cara menghindar kebakaran di tempat kerja.

Mengenal Penyebab Kecelakaan Konstruksi

Related image

1. Aspek Manusia

  • Sangat menguasai dilingkungan konstruksi.
  • Pekerja Heterogen, Tingkat skill dan edukasi tidak sama.
  • Pengetahuan mengenai keselamatan rendah. -Perlu perlakuan khusus

Mencegah :

  • Penentuan Tenaga Kerja-Pelatihan sebelumnya mulai kerja
  • Pembinaan dan pengawasan selamakegiatan berlangsung

2. Aspek Lingkungan

  • Gangguan-gangguan dalam bekerja, misalnya nada bising yang berlebihan dapat menyebabkan terganggunya konsentrasi pekerja.
  • Debu dan material beracun, mengganggu kesehatan kerja, hingga turunkan efektivitas kerja.
  • Cuaca (panas, hujan)

Mencegah :

  • Dianjurkannya memakai penutup telingadan masker pada pekerja.

3. Aspek Teknis

  • Terkait dengan aktivitas kerja Proyek seperti pemakaian perlengkapan dan alat berat, penggalian, pembangunan, pengangkutan dsb.
  • Dikarenakan keadaan tehnis dan metoda kerja yang tidakmemenuhi standard keselamatan (substandards condition).

Mencegah :

  • Rencana Kerja yang baik
  • Pemeliharaan dan perawatan perlengkapan
  • Pengawasan dan pengujian perlengkapan kerja
  • Pemakaian metoda dan teknikkonstruksi yang aman
  • Aplikasi System Manajemen Mutu

Kiat Aplikasi K3 di Proyek Konstruksi

1. Kebijakan K3

  • Adalah landasan kesuksesan K3 dalam proyek.
  • Berisi komitment dan support manajemen puncak pada proses K3 dalam proyek.
  • Harus disosialisasikan pada semua pekerja dan digunakansebagai landasan kebijakan proyek yang lain.

2. Administratif dan Prosedur

  • Mengambil keputusan system organisasi pengelolaan K3 dalam proyek.
  • Mengambil keputusan personal dan petugas yang mengatasi K3 dalam proyek.
  • Menetapkanprosedur dan system kerja K3 selama proyek berjalan termasuk pekerjaan dan wewenang semua unsur berkaitanOrganisasi dan SDM.
  • Kontraktor harus memiliki organisasi yang mengatasi K3 yang besarnya sesuai sama keperluan dan lingkup aktivitas.
  • Organisasi K3 harus memiliki asses pada penanggung jawab projek.
  • Kontraktor harus memiliki personnel yang cukup yang bertanggungjawab mengelola aktivitas K3 dalam perusahaanyang jumlahnya sesuai dengan keperluan.
  • Kontraktor harus memiliki personel atau pekerja yangcakap dankompeten dalam mengatasi setiap type pekerjaan sertamengetahui system cara kerja aman untuk masing-masingkegiatan.
  • Kontraktor harus memiliki kelengkapan dokumen kerja dan perijinan yang berlaku.
  • Kontraktor harus memiliki Manual Keselamatan Kerja sebagaidasarkebijakan K3 dalam perusahaan.
  • Kontraktor harus memiliki prosedur kerja aman sesuai sama type pekerjaan dalam kontrak yang akan ditanganinya.

3. Identifikasi Bahaya

  • Sebelumnya mengawali suatu pekerjaan, harus dilakukan IdentifikasiBahaya manfaat tahu potensibahaya dalam setiap pekerjaan.
  • Identifikasi Bahaya dilakukan berbarengan pengawas pekerjaan danSafety Departement.
  • Identifikasi Bahaya memakai tehnik yang telah bakuseperti Check Daftar, What If, Hazops, dsb.
  • Semua hasil identifikasi Bahaya harus didokumentasikandengan baik dan jadikan sebagai dasar dalam melakukansetiap aktivitas.

4. Project Safety Review

  • Sesuai perubahan proyek dilakukan kajian K3 yangmencakup kehandalan K3 dalam rancangan dan proses pembangunannya.
  • Kajian K3 dikerjakan untuk memberikan keyakinan kalau proyekdibangun dengan sstandar keselamatan yang baik sesuai sama kriteria.
  • Kontraktor bila diperlukan harus melakukan project safetyreview untuk setiap bagian aktivitas kerja yang dilakukan, terlebih untuk kontraktor EPC (Engineering-Procurement-Construction).
  • Project Safety Review mempunyai tujuan untuk mengevaluasi potensi bahaya dalam setiap bagian project dengan cara sistimatis.

5. Pembinaan dan Pelatihan

  • Pembinaan dan Kursus K3 untuk semua pekerja dari levelterendah sampai level paling tinggi.
  • Dilakukan ketika proyek diawali dan dilakukan dengan cara berkala. Pokok Pembinaan dan Latihan : Kebijakan K3 proyek :
    -Cara melakukan pekerjaan dengan aman
    -Cara penyelamatan dan penanggulangan darurat

6. Safety Committee (Panitia Pembina K3)

  • Panitia Pembina K3 adalah salah satu penyanggakeberhasilan K3 dalam perusahaan.
  • Panitia Pembina K3 adalah saluran untuk membinaketerlibatan dan kepedulian semua unsur pada K3
  • Kontraktor harus membuat Panitia Pembina K3 atauKomiteK3 (Safety Committee).
  • Komite K3 beranggotakan wakil dari semasing manfaatyang ada pada aktivitas kerja.
  • Komite K3 mengulas persoalan K3 dalam perusahaan sertamemberikan input dan pertimbangan pada manajemenuntuk penambahan K3 dalam perusahaan

7. Promosi K3

  • Selama aktivitas proyek berjalan diadakan program- program Promosi K3.
  • Mempunyai tujuan untuk mengingatkan dan meningkatkanawareness beberapa pekerja proyek.
  • Aktivitas Promosi berbentuk poster, spanduk, buletin, lomba K3dan sebagainya.
  • Sebanyak-banyaknya keterlibatan pekerja. 8. Safe Working Practices
  • Harus disusun dasar keselamatan untuk setiap pekerjaan beresiko di lingkungan proyek misalnya :
    -Pekerjaan Pengelasa
    -Scaffolding
    -Bekerja diketinggian
    -Penggunaan Bahan Kimia berbahaya
    -Bekerja diruangan tertutup
    -Bekerja diperalatan mekanis dan sebagainya

9. System Ijin Kerja

  • Untuk menghindar kecelakaan dari beragam aktivitas beresiko, perlu diperkembang system ijin kerja.
  • Semua pekerjaan beresiko hanya bisa diawali bila telahmemiliki ijin kerja yang di keluarkan oleh manfaat berwenang (pengawas proyek atau K3).
  • Ijin Kerja berisi cara melakukan pekerjaan, safety precautiondan perlengkapan keselamatan yang diperlukan

10. Safety Inspection

  • Adalah program penting dalam phase konstruksi untukmeyakinkan kalau tak ada “unsafe act dan unsafe Condition”dilingkungan proyek.
  • Inspeksi dilakukan dengan cara berkala.
  • Dapat dilakukan oleh Petugas K3 atau dibuat Joint Inspectionsemua unsur dan Sub Kontraktor. 11. Equipment Inspection
  • Semua perlengkapan (mekanis, power tools, alat berat dll) harusdiperiksa oleh ahlinya sebelumnya diperbolehkan dipakai dalam proyek.
  • Semua alat yang sudah di check harus di beri sertifikat pemakaian diperlengkapi dengan label khusus.
  • Kontrol dilakukan dengan cara berkala

12. Keselamatan Kontraktor (Contractor Safety)

  • Harus disusun dasar Keselamatan Konstraktor/SubKontraktor.
  • Subkontraktor harus penuhi standard keselamatan yang telahditetapkan.
  • Setiap sub kontraktor harus memiliki petugas K3.
  • Pekerja Subkontraktor harus dilatih tentang K3 dengan cara berkala.
  • Contractor Safety :
    -Kontraktor adalah unsur penting dalam perusahaansebagai mitra yang menolong aktivitas operasi perusahaan.
    -Kontraktor riskan pada kecelakaan dalammenjalankan kegiatannya.
    -Tenaga Kontraktor berbentuk sesaat.
    -Kecelakaan yang menimpa kontraktor tinggi.
    -Kelalaian yang dilakukan kontraktor dapat membahayakan operasi perusahaan dan menyebabkan kecelakaan perusahaan.
    -Kecelakaan yang menimpa kontraktor juga berpengaruh pada kemampuan perusahaan.
  • Perusahaan harus mengaplikasikan Contractor Safety Management Sistem (CSMS) CSMS yaitu suatu system manajemen untuk mengelola kontraktor yang bekerja di lingkungan perusahaan. CSMS adalah system komprehensif dalam pengelolaan kontraktor mulai sejak step rencana sampai proses pekerjaan.

Keselamatan Transportasi
a) Aktivitas Proyek melibatkan kesibukan transportasi yang tinggi.
b) Pembinaan dan Pengawasan transportasi di luar dan di dalam tempat Proyek.
c) Semua kendaraan angkutan Proyek harus penuhi kriteria yang diputuskan.

Pengelolaan Lingkungan
a) Selama proyek berjalan harus dilakukan pengelolaan lingkungan dengan baik merujuk dokumen Amdal/UKL dan UPL.
b) Selama proyek berjalan efek negatif harus ditekan seminimal mungkin untuk menghindari rusaknya terhadaplingkungan. 15. Pengelolaan Limbah dan B3
c) Aktivitas proyek menyebabkan limbah dalam jumlah besar, dalam beragam bentuk.
d) Limbah harus dikelola dengan baik sesuai sama macamnya. Limbah harus selekasnya di keluarkan dari tempat proyek. 16. Kondisi Darurat
e) Perlu disusun Prosedur kondisi darurat sesuai sama keadaandan karakter bahaya proyek misalnya bahaya kebakaran, kecelakaan, peledakan dsb.
f) SOP Darurat harus disosialisasikan dan dilatih pada semua pekerja. 17. Accident Investigation and Reporting System
g) Semua kecelakaan dan peristiwa selama proyek harus diselidikioleh petugasyang terlatih dengan maksud untuk mencari penyebabnya utama agar peristiwa sama tidak terulang kembali.
h) Semua kecelakaan/peristiwa harus dicatat dan di buat analisaserta statistik kecelakaan.
i) Dipakai sebagai bahan dalam rapat komite K3 Proyek.

Audit K3
a) Dengan cara berkala dilakukan audit K3 sesuai sama periode waktu proyek.
b) Audit K3 berperan untuk tahu kekurangan dan keunggulan proses K3 dalam proyek sebagai input proses proyek selanjutnya.
c) Sebagai input dalam memberi penghargaan K3

Alat Pelindung Diri
Peralatan harus yang dipakai saat bekerja sesuai bahaya dan kemungkinan kerja untuk melindungi keselamatan pekerja tersebut dan orang di sekitarnya. Mengenai bentuk perlengkapan dari alat pelindung :

a) Safety helmet
Berperan sebagai pelindung kepala dari benda-benda yang bisa melukai kepala.
b) Safety belt
Berperan sebagai alat pengaman ketika memakai alat trasportasi.
c) Penutup telinga
Berperan sebagai penutup telinga ketika bekerja di tempat yang bising.
d) Kacamata pengamanan
Berperan sebagai pengamanan mata ketika bekerja dari percikan.
e) Pelindung wajah
Berperan sebagai pelindung muka ketika bekerja.
f) Masker
Berperan sebagai penyaring hawa yang dihisap di tempat yang kwalitas udaranya kurang bagus.
g) Sepatu safety
Berperan kurangi efek dan menghindari terlukanya jari-jari kaki dari hantaman, tusukan atau timpaan benda yang berat dan keras ketika terjadi kecelakaan kerja

LANGKAH AMAN KERJA CHEMICAL HANDLING

Related image

Chemical handling (penanganan zat kimia) Penanganan Zat kimia harus dilakukan secara cermat dan hati-hati, karena bila tidak ditangani dengan benar dapat mengakibatkan penyakit, luka, cacat ataupun kematian.

Berikut beberapa bagian dalam Pekerjaan Kerja Penggalian :

SEBELUM BEKERJA

  1. Baca dan mengerti karakteristik zat kimia yang akan diakukan.
  2. Bacalah MSDS ataupun perhatikan sign danketerangan yang lain yang tercantum pada paket zat kimia.
  3. Di MSDS terdapat karakteristik zat kimia dan info tentang perlakuan, pemakaian, penyimpanan, pembuangan dan aksi pertolongan pertama apabila terjadi insiden berkaitan bahan kimia.
  4. Pastikan pakai APD yang tepat dalam perlakuan zat kimia, misalnya, sepatu bot karet kimia, sarung tangan khusus kimia, master, kacamata safety, pakaian khusus perlakuan kimia.
  5. Kenali tempat paling dekat untuk eyes wash atau pencuci mata dan emergency shower.

ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

Alat Pelindung Diri yang dipakai untuk kerja chemical handling yaitu seperti berikut :

  1. Hand Gloves
  2. Safety Glasses
  3. Safety Goggles
  4. Face Shield
  5. Dust Mask
  6. Cartridge Respirator
  7. Full Face Mask with Cartridge Respirator
  8. Sepatu safety online
  9. Apron
  10. Full Body Suit

KETIKA BEKERJA

Prosedur ketika bekerja chemical handling yaitu seperti berikut :

  1. Ketika perlakuan zat kimia berjalan, di pastikan minimum 1 orang yang mengawasi pekerjaan.
  2. Pastikan zat kimia tidak tercecer atau tumpah.
  3. Bila zat kimia tercecer atau tumpah, kerjakan aksi tepat sesuai tips yang terdapat pada MSDS.
  4. Bila mata terpecik selekasnya bersihkan mata kamu memakai eyes wash, emergency shower bila terkena pada badan/baju.

SETELAH BEKERJA

Prosedur setelah bekerja chemical handling seperti berikut :

  1. Setelah pekerjaan berjalan, pastikan menyimpan zat kimia kembali ke tempatnya.
  2. Pastikan tutup atau paket zat kimia dalam keadaan awal mulanya dan tertutup dengan baik.
  3. Pastikan juga buku MSDS di letakkan pada tempat awal mulanya.
  4. Bila terdapat kemungkinan terkena selekasnya check kesehatan kamu ke klinik.

5 Langkah Membangun Budaya K3

Related image

Ada 5 langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk melibatkan pekerja dalam membangun budaya K3 :

Berhenti Berpikir Keselamatan Kerja yaitu Tanggung Jawab Departemen K3

Kerapkali di banyak pabrik, segalanya berkaitan dengan K3 akan dilakukan oleh departemen K3. Hal ini dapat berlaku bila ada kecelakaan kerja, maka departemen K3 mungkin saja akan dikambinghitamkan. Walau sebenarnya, semestinya keselamatan kerja yaitu tanggung jawab kebanyakan orang terlebih beberapa top manajemen di semasing ruang karena keselamatan kerja akan berguna segera pada operasional semua departemen. Maka, semua departemen harus berhenti meng-subkontrak keselamatan kerja di lokasi mereka pada departemen K3. Tetapi, departemen K3 tetaplah harus bertanggungjawab untuk mengkordinir semua kesibukan K3 di perusahaan

Bangun Program Khusus.

Setiap tingkatan manajemen tentu memiliki pekerjaan dan manfaat yang tidak sama. Oleh karenanya, kita terkadang harus membuat semua program penambahan budaya K3 yang sesuai sama tingkatan manejemen. Untuk tingkatan operator dan staff misalnya kita dapat buat program inspirasi perbaikan keselamatan kerja dan untuk tingkatan Top Manajemen kita dapat buat program inspeksi manajemen teratur per bln.. Program penambahan budaya k3 ada pula yang berbentuk umum seperti Pembuatan HIRADC/Analisa Bahaya dan Kemungkinan Keselamatan Kerja yang mana program itu harus memperhitungkan semua input dari setiap orang di departemen berkaitan.

Setujui Target Bersama

Program yang kita buat harus memiliki tujuan jumlah proses yang pasti. Target-target itu harus disetujui oleh semua pihak termasuk Direktur Utama. Tambah lebih baik lagi bila beberapa tujuan ini bukan sekedar jadi tujuan departemen safety, tujuan ini harus jadi tujuan berbarengan semua departemen. Misalnya, angka inspeksi manajemen departemen semasing per bln. atau angka inspirasi perbaikan yang perlu dihimpun per bln..

Menurut sebuah penelitian kecil pada program budaya K3. Hasil penelitian tunjukkan kalau keterlibatan aktif departemen terhadao tujuan k3 yang didapatkan dapat menambah jumlah proses program K3 sampai 20 kali lipat dalam 1 th..

Kerjakan pengawasan target

Setelah tujuan sudah disusun dengan baik, maka tujuan itu harus selalu dipantau tren per bulannya. Kita dapat lihat dari tren itu mana departemen yang belum penuhi tujuan yang sudah disetujui. Trend-trend itu dapat juga di kirim atau dipresentasikan ke beberapa Manajemen untuk anggota deskripsi sejauh mana mereka ikut serta dalam usaha keselamatan dan kesehatan kerja. Perlu juga pengawasan terhadap penggunaan alat pelindug diri saat bekerja, misalnya apakah pekerja sudah menggunakan pakaian dan sepatu safety dengan benar.

Lakukan konsekwensi dari target

Jangan pernah tujuan yang sudah di buat jadi percuma hanya karena beberapa orang yang dibebankan tujuan itu tidak melakukannya. Oleh karenanya, perlu di buat sebuah mekanisme konsekwensi baik untuk yang meraih tujuan atau yg tidak meraih tujuan. Sebuah meeting Manajemen dapat jadi cara ampuh untuk “mengadili” beberapa orang yg tidak meraih tujuan yang sudah disetujui. Penghapusan bonus dapat juga jadi alternatif untuk jadi konsekwensi dari absennya orang itu pada tujuan yang sudah disetujui.