LANGKAH AMAN KERJA CHEMICAL HANDLING

Related image

Chemical handling (penanganan zat kimia) Penanganan Zat kimia harus dilakukan secara cermat dan hati-hati, karena bila tidak ditangani dengan benar dapat mengakibatkan penyakit, luka, cacat ataupun kematian.

Berikut beberapa bagian dalam Pekerjaan Kerja Penggalian :

SEBELUM BEKERJA

  1. Baca dan mengerti karakteristik zat kimia yang akan diakukan.
  2. Bacalah MSDS ataupun perhatikan sign danketerangan yang lain yang tercantum pada paket zat kimia.
  3. Di MSDS terdapat karakteristik zat kimia dan info tentang perlakuan, pemakaian, penyimpanan, pembuangan dan aksi pertolongan pertama apabila terjadi insiden berkaitan bahan kimia.
  4. Pastikan pakai APD yang tepat dalam perlakuan zat kimia, misalnya, sepatu bot karet kimia, sarung tangan khusus kimia, master, kacamata safety, pakaian khusus perlakuan kimia.
  5. Kenali tempat paling dekat untuk eyes wash atau pencuci mata dan emergency shower.

ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

Alat Pelindung Diri yang dipakai untuk kerja chemical handling yaitu seperti berikut :

  1. Hand Gloves
  2. Safety Glasses
  3. Safety Goggles
  4. Face Shield
  5. Dust Mask
  6. Cartridge Respirator
  7. Full Face Mask with Cartridge Respirator
  8. Sepatu safety online
  9. Apron
  10. Full Body Suit

KETIKA BEKERJA

Prosedur ketika bekerja chemical handling yaitu seperti berikut :

  1. Ketika perlakuan zat kimia berjalan, di pastikan minimum 1 orang yang mengawasi pekerjaan.
  2. Pastikan zat kimia tidak tercecer atau tumpah.
  3. Bila zat kimia tercecer atau tumpah, kerjakan aksi tepat sesuai tips yang terdapat pada MSDS.
  4. Bila mata terpecik selekasnya bersihkan mata kamu memakai eyes wash, emergency shower bila terkena pada badan/baju.

SETELAH BEKERJA

Prosedur setelah bekerja chemical handling seperti berikut :

  1. Setelah pekerjaan berjalan, pastikan menyimpan zat kimia kembali ke tempatnya.
  2. Pastikan tutup atau paket zat kimia dalam keadaan awal mulanya dan tertutup dengan baik.
  3. Pastikan juga buku MSDS di letakkan pada tempat awal mulanya.
  4. Bila terdapat kemungkinan terkena selekasnya check kesehatan kamu ke klinik.

5 Langkah Membangun Budaya K3

Related image

Ada 5 langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk melibatkan pekerja dalam membangun budaya K3 :

Berhenti Berpikir Keselamatan Kerja yaitu Tanggung Jawab Departemen K3

Kerapkali di banyak pabrik, segalanya berkaitan dengan K3 akan dilakukan oleh departemen K3. Hal ini dapat berlaku bila ada kecelakaan kerja, maka departemen K3 mungkin saja akan dikambinghitamkan. Walau sebenarnya, semestinya keselamatan kerja yaitu tanggung jawab kebanyakan orang terlebih beberapa top manajemen di semasing ruang karena keselamatan kerja akan berguna segera pada operasional semua departemen. Maka, semua departemen harus berhenti meng-subkontrak keselamatan kerja di lokasi mereka pada departemen K3. Tetapi, departemen K3 tetaplah harus bertanggungjawab untuk mengkordinir semua kesibukan K3 di perusahaan

Bangun Program Khusus.

Setiap tingkatan manajemen tentu memiliki pekerjaan dan manfaat yang tidak sama. Oleh karenanya, kita terkadang harus membuat semua program penambahan budaya K3 yang sesuai sama tingkatan manejemen. Untuk tingkatan operator dan staff misalnya kita dapat buat program inspirasi perbaikan keselamatan kerja dan untuk tingkatan Top Manajemen kita dapat buat program inspeksi manajemen teratur per bln.. Program penambahan budaya k3 ada pula yang berbentuk umum seperti Pembuatan HIRADC/Analisa Bahaya dan Kemungkinan Keselamatan Kerja yang mana program itu harus memperhitungkan semua input dari setiap orang di departemen berkaitan.

Setujui Target Bersama

Program yang kita buat harus memiliki tujuan jumlah proses yang pasti. Target-target itu harus disetujui oleh semua pihak termasuk Direktur Utama. Tambah lebih baik lagi bila beberapa tujuan ini bukan sekedar jadi tujuan departemen safety, tujuan ini harus jadi tujuan berbarengan semua departemen. Misalnya, angka inspeksi manajemen departemen semasing per bln. atau angka inspirasi perbaikan yang perlu dihimpun per bln..

Menurut sebuah penelitian kecil pada program budaya K3. Hasil penelitian tunjukkan kalau keterlibatan aktif departemen terhadao tujuan k3 yang didapatkan dapat menambah jumlah proses program K3 sampai 20 kali lipat dalam 1 th..

Kerjakan pengawasan target

Setelah tujuan sudah disusun dengan baik, maka tujuan itu harus selalu dipantau tren per bulannya. Kita dapat lihat dari tren itu mana departemen yang belum penuhi tujuan yang sudah disetujui. Trend-trend itu dapat juga di kirim atau dipresentasikan ke beberapa Manajemen untuk anggota deskripsi sejauh mana mereka ikut serta dalam usaha keselamatan dan kesehatan kerja. Perlu juga pengawasan terhadap penggunaan alat pelindug diri saat bekerja, misalnya apakah pekerja sudah menggunakan pakaian dan sepatu safety dengan benar.

Lakukan konsekwensi dari target

Jangan pernah tujuan yang sudah di buat jadi percuma hanya karena beberapa orang yang dibebankan tujuan itu tidak melakukannya. Oleh karenanya, perlu di buat sebuah mekanisme konsekwensi baik untuk yang meraih tujuan atau yg tidak meraih tujuan. Sebuah meeting Manajemen dapat jadi cara ampuh untuk “mengadili” beberapa orang yg tidak meraih tujuan yang sudah disetujui. Penghapusan bonus dapat juga jadi alternatif untuk jadi konsekwensi dari absennya orang itu pada tujuan yang sudah disetujui.

ALAT-ALAT KESELAMATAN JIWA YANG ADA DI KAPAL

Related image

Setiap kapal baik itu kapal passenger (penumpang) atau kapal barang sudah merupakan kewajiban kewajiban mereka menyediakan alat-alat keselamatan itu dan biasanya perlengkapan/alat-alat keselamatan itu terdapat ditempat yang mudah di jangkau, baik itu oleh crew kapal tersebut ataupun penumpang.

Di antara alat-alat keselamatan jiwa yang ada di kapal yakni :

  1. Sekoci (Life boat)
  2. Dewi-dewi (Live boat davits)
  3. Pelampung (Life buoys)
  4. Jaket penolong (Life jacket)
  5. Rakit penolong (Liferaft)
  6. Pelempar tali penolong (Line trowing apparatus)

1. Sekoci (Life Boat)

Sekoci adalah perahu kecil yang berada di kanan dan kiri kapal bagian atas tepatnya di deck sekoci, Pada kapal barang biasanya ada dua sekoci, sedang pada kapal penumpang atau pesiar jumlahnya sesuai sama besar kecilnya kapal itu. sekoci biasanya sejumlah 12 buah. sekoci-sekoci itu biasanya terbuat dari logam, kayu atau serat, fiber

Tenaga penggerak sekoci ini biasanya dibagi jadi dua bagian yakni : ada yang bertenaga gerak memakai mesin/motor dan ada juga yang diperlengkapi dengan dayung. Di dalam sekoci biasanya telah ada sebagian peralatan jiwa seperti makanan, minuman, obat-obatan dan alat bantu untuk mencari pertolongan kekapal lain yang tengah berlayar di sekitar sekoci. Di dalam sekoci diperlengkapi minyak peredam ombak agar penumpang di atas sekoci itu tidak mabuk laut.

2. Dewi-dewi (Life boat davits)

Bobot sekoci yang ada di kapal cukup berat, hingga mustahil dinaik turunkan dengan hanya memakai tenaga manusia. oleh karenanya, semua sekoci hatus di beri kelengkapan untuk fasilitas penaikan dan penurunan yang aman, alat yang dipakai sekoci itu dimaksud dengan davits atau dewi-dewi.

3. Pelampung (Life buoy)

Life buoy ini berupa seperti ban mobil, pelampung ini akan dilempar kelaut bila ada seorang yang jatuh kelaut, alat ini biasanya terbuat dari gabus pejal dan tahan pada minyak, pelampung ini memiliki warna yang mencolong yang mudah dikenali, pada pelampung biasanya terdapat nama kapal atau tempat kapal itu terdaftar

4. Jaket penolong (Life jacket)

Life jacket (Jaket penolong) berupa seperti pakaian, jaket ini digunakan penumpang agar mudah terapung dilaut ketika terjadi kondisi darurat. Jaket penolong juga biasanya memiliki warna yang mencolok agar mudah diliat, jaket ini dapat diperlengkapi dengan peluit yang dihubungkan dengan tali untuk menarik perhatian penolong. Selain itu gunakan sepatu safety online untuk perlindung terhadap kaki agar terhindar dari slip atau terpeleset.

5. Rakit penolong (Liferaft)

Rakit penolong terdiri dari 2 type, yakni rakit kaku dan rakit yang diperkembang, ke-2 rakit ini dipakai bila tidak berhasil turunkan sekoci, rakit penolong biasanya diperlengkapi penutup sesuai ukurannya hingga dapat membuat perlindungan penumpang, warna rakit ini biasanya mencolok, seperti warna jingga (Orange) sampai di ketahui keberadaannya.

Sesaat rakit yang diperkembang berupa kapsul yang besar dan diperlengkapi dengan tali pembuka yang panjang. pemakaiannya tinggal dilemparkan kelaut dan ditarik, maka rakit automatis mengembang dan siap untuk digunkan, didalamnya juga terdapat peralatan keselamatan jiwa seperti makanan, minuman, obat-obatan. kemampuan rakit sesuai ukuran dan yang dapat menyimpan 25 orang.

6. Pelempar tali penolong (Line trowing apparatus)

Alat ini dipakai saat kondisi darurat, alat pelempar tali ini harus dapat melempar tali paling dekat sejauh 230 mtr..

Tips Melindungi Seorang Chef di Dapur

Setiap profesi pasti memiliki pekerjaan yang berbeda-beda sesuai dengan bagiannya. Demikian halnya pakaian yang dipakai akan tidak sama karena sesuai dengan bagian pekerjaan. Seperti satu diantaranya profesi seseorang chef yang bekerja di dapur, sudah pasti akan tidak sama dengan baju dan atribut yang dipakai oleh akuntan yang kenakan pakaian khas kantor.

Seseorang juru masak ataupun chef sangat mengutamakan kebersihan dan keselamatan dalam bekerja. Profesi ini dituntut untuk memproses hidangan dengan cara higienis dalam keadaan sanitasi perlengkapan maupun ruang yang baik. Diluar itu, aspek keselamatan bekerja penting juga dipahami dan ditempuh oleh seseorang chef karena bagian ini lekat dengan beberapa piranti yang memiliki kemungkinan kecelakaan kerja yang cukup tinggi.

Untuk mensupport pekerjaan seseorang chef, kelengkapan atribut yang dipakai telah jadi standard yang perlu diaplikasikan baik lingkup dapur restoran maupun hotel. apabila seseorang chef sekurang-kurangnya memakai seragam standard seperti, hat cook, necktie, double breasted jacket, apron, side towel, trousers dan safety shoes.

Hat cook jadi salah satu ciri khas seseorang chef. Awal mulanya hat cook berwarna putih dengan bentuk seperti tabung maupun jamur dan memiliki pori-pori di bagian atas untuk aliran hawa. Bentuk hat cook yang tinggi tunjukkan posisi seseorang chef dan biasanya yang kenakan yaitu executive chef. Bersamaan perubahan zaman, design, bentuk dan warna hat cook pun beragam, namun masih tetap memiliki manfaat utama, yakni menghindar rambut rontok dan jatuh ke pada makanan dan menyerap keringat di dahi. Bahan yang dipakai pada hat cook dapat berbentuk kertas maupun kain katun. Hat cook yang di buat dari kertas biasanya hanya sekali gunakan. Atribut lain yang dipakai chef yaitu necktie (dasi/syal) yang melingkar di leher dan dipakai untuk menyerap keringat di sekitar leher agar tidak menetes ke makanan. Tetapi saat ini pemakaian necktie sesuai sama design double breasted jacket (pakaian koki). Saat ini necktie sedikit dipakai karena biasanya design kerah pakaian chef telah menutupi leher dan segera menyerap keringat. Perhatikan juga alat-alat yang riskan dengan kecelakaan atau benda-benda yang mudah terbakar. Letakkan benda yang mudah terbakar dari kompor seperti minyak atau gas, Pakai bahan bakar berkwalitas untuk kurangi kecelakaan kerja.

Keadaan dapur yang panas pasti memerlukan baju yang nyaman dipakai dan mudah menyerap keringat. Double breasted jacket jadi baju harus seseorang juru masak, baju ini di desain berlapis dibagian dada, berlengan panjang dan di buat dari kain katun yang agak tebal membuat perlindungan dada dari panas api, makanan atau cairan yang menyiram badan. Sama dengan design hat cook, pada double breasted jacket juga alami pergantian dari mulai design, motif sampai warna. Double breasted jacket dianjurkan berwarna putih agar dapat diliat seberapa jauh seseorang chef melindungi kebersihan seragam dan atributnya selama bekerja. Demikian perihal trousers atau celana panjang yang dipakai chef. Trousers harus di buat dari kain yang mudah menyerap keringat dan memilih warna gelap agar tidak terlihat kotor.

Apron atau sering dimaksud celemek, harus dipakai oleh chef dengan maksud membuat perlindungan jacket dan trousers dari kotoran. Sama dengan double breasted jacket yang beragam warna, apron pun bukan sekedar berwarna putih namun biasanya ikuti dengan warna baju yang dipakai. Panjang apron diupayakan sampai lutut dan lebar, agar celana terlindung dari kotoran. Agar tangan seseorang chef terbangun kebersihannya, sehelai side towel harus selalu ada dan disisipkan di pinggang. Side towel biasanya di buat dari kain yang tebal dan mudah menyerap air.

Pekerjaan seseorang chef banyak bertemu segera dengan kecelakaan kerja, semisal terpeleset karena lantai basah dan licin, terlindas roda troli maupun kejatuhan barang berat. Satu atribut lagi yg tidak dapat dilupakan yaitu sepatu safety. Sesuai sama namanya, safety shoes dipakai membuat perlindungan kaki dari peluang kecelakaan kerja di dapur. Sepatu ini memiliki basic berbahan karet tebal agar tidak mudah slip dan di bagian atas dilindungi besi baja yang dilapis dengan kulit, agar kaki aman dari kejatuhan benda berat.

Semua atribut harus dijaga kebersihannya sehari-hari. Biasanya di hotel, atribut seperti necktie, double breasted jacket, trousers, maupun apron di-laundry sehari-hari dan karyawan selalu memakai baju yang bersih sehari-hari. Dengan memakai baju yang diseragamkan pastinya akan memberi efek positif baik untuk pemakai maupun orang lain.

K3 AREA KONSTRUKSI

Image result for AREA KONSTRUKSI

Penerapan prinsip K3 di proyek sangat perlu di perhatikan dalam pekerjaan konstruksi. Pelaksana konstruksi harus tahu dan mengaplikasikan prinsip-prinsip kerja sesuai ketetapan K3 di lingkungan proyek.

Kelengkapan Administrasi K3

Setiap proses pekerjaan konstruksi harus memenuhi kelengkapan administrasi K3, mencakup :

  • Pendaftaran proyek ke departemen tenaga kerja setempat
  • Pendaftaran dan pembayaran asuransi tenaga kerja (Astek)
  • Pendaftaran dan pembayaran asuransi yang lain, apabila disyaratkan proyek
  • Ijin dari kantor kimpraswil mengenai pemakaian jalan atau jembatan yang menuju tempat untuk lalu-lintas alat berat
  • Info laik gunakan untuk alat berat ataupun enteng dari instansi yang berwenang memberi referensi
  • Pemberitahuan pada pemerintah atau lingkungan setempa

Pengaturan Safety Plan

Safety rencana yaitu rencana proses K3 untuk proyek yang mempunyai tujuan agar dalam pelaksanaan nanti proyek akan aman dari kecelakaan dan bahaya penyakit hingga menghasilkan produktivitas kerja yang tinggi. Safety rencana diisi :

Pembukaan yang diisi :

  • Deskripsi proyek dan Pokok perhatian untuk aktivitas K3
  • Kemungkinan kecelakaan dan mencegahnya
  • Tatacara pengoperasian perlengkapan
  • Alamat lembaga berkaitan : Rumah sakit, Polisi, Depnaker,
  • Dinas Pemadam kebakaran.

Pelaksanakan Aktivitas K3 di Lapangan

Proses aktivitas K3 di lapangan mencakup :

  • Aktivitas K3 di lapangan berbentuk proses safety rencana, melalui kerja sama juga dengan lembaga yang berkaitan K3, yakni depnaker, polisi dan rumah sakit.
  • Pengawasan proses K3, mencakup aktivitas :
    -Safety patrol, yakni suatu tim K3 yang terbagi dalam 2 atau 3 orang yang melakukan patroli untuk mencatat beberapa hal yg tidak sesuai ketetapan K3 dan yang memiliki kemungkinan kecelakaan.
    -Safety supervisor ; yaitu petugas yang ditunjuk manajer proyek untuk mengadakan pengawasan pada proses pekerjaan diliat dari sisi K3.
    -Safety meeting ; yakni rapat dalam proyek yang mengulas hasil laporan safety patrol ataupun safety supervisor
  • Pelaporan dan perlakuan kecelakaan, terbagi dalam :
    – Pelaporan dan perlakuan kecelakaan ringan
    – Pelaporan dan perlakuan kecelakaan berat
    – Pelaporan dan perlakuan kecelakaan dengan korban meninggal
    – Pelaporan dan perlakuan kecelakaan perlengkapan berat

Kursus Program K3

Kursus program K3 yang terdiri atas 2 bagian, yakni :
Kursus pada umumnya, dengan materi kursus mengenai tips K3 di proyek, misalnya :

  • Dasar praktis proses keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek bangunan gedung
  • Perlakuan, penyimpanan dan pemeliharaan material
  • Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan sipil
  • Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan finishing luar
  • Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan mekanikal dan elektrikal
  • Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan finishing dalam
  • Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan bekisting
  • Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan pembesian
  • Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan sementara
  • Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan rangka baja
  • Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan susunan khusus
  • Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan pembetonan
  • Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan pondasi pile dan strutting
  • Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan pembongkaran
  • Kursus khusus proyek, yang didapatkan ketika awal proyek dan di tengah periode proses proyek sebagai penyegaran, dengan peserta semua petugas yang berkaitan dalam pengawasan proyek, dengan materi mengenai pengetahuan umum mengenai K3 atau Safety plan proyek yang bersangkutan

Peralatan dan Perlengkapan K3

Peralatan dan perlengkapan penunjang program K3, mencakup :

promosi program K3 ; yang terbagi dalam :

  • pemasangan bendera K3, bendera RI, bendera perusahaan.
  • Pemasangan sign-board K3 yang diisi pada lain
  • slogan-slogan yang mengingatkan pentingnya be-kerja dengan selamat

Fasilitas perlengkapan yang menempel pada orang atau dimaksud peralatan perlindungan diri (personal protective equipment), salah satunya :

Pelindung mata dan wajah

  • Kaca mata safety adalah perlengkapan yang paling banyak dipakai sebagai pelindung mata. Walau kelihatannya sama juga dengan kacamata umum, tetapi kaca mata safety lebih kuat dan tahan bentrokan dan tahan panas daripada kaca mata umum. Goggle memberi perlindungan yang lebih baik dibandingkan safety glass sebab lebih melekat pada wajah
  • Pelindung muka memberi perlindungan menyeluruh di wajah dari bahaya percikan bahan kimia, obyek yang beterbangan atau cairan besi. Banyak dari pelindung muka ini dapat dipakai berbarengan dengan pemakaian helm.
  • Helm pengelas memberi perlindungan baik pada muka serta mata. Helm ini memakai lensa penahan khusus yang menyaring intesnsitas cahaya dan energi panas yang dibuat dari aktivitas pengelasan.

a. kaca mata safety
b. goggle
a. pelindung wajah
b. helm pengelas

  • Pelindung pendengaran, dan type yang paling banyak dipakai : foam earplugs, PVC earplugs, earmuffs
  • Pelindung kepala atau helm (hard hat) yang membuat perlindungan kepala karena memiliki hal berikut : susunan yang keras, tahan dan kuat pada bentrokan yang tentang kepala ; system suspensi yang ada didalamnya melakukan tindakan sebagai penahan goncangan ; beberapa type didesain tahan pada sengatan listrik ; dan melindungi kulit kepala, muka, leher, dan bahu dari percikan, tumpahan, dan tetesan.

Beberapa jenis pelindung kepala, diantaranya :

  • Kelas G membuat perlindungan kepala dari benda yang jatuh ; dan
    membuat perlindungan dari sengatan listrik sampai 2. 200 volts.
  • Kelas E membuat perlindungan kepala dari benda yang jatuh, dan dapat
    membuat perlindungan dari sengatan listrik sampai 20. 000 volts.
  • Kelas F membuat perlindungan kepala dari benda yang jatuh, TIDAK
    membuat perlindungan dari sengatan listrik, dan TIDAK membuat perlindungan dari
    beberapa bahan yang mengakibatkan kerusakan (korosif)

Pelindung kaki berupa sepatu dan sepatu safety boot, seperti terlihat pada, diantaranya :

a) Steel toe, sepatu yang di desain untuk melindingi jari kaki dari kejatuhan benda
b) Metatarsal, sepatu yang di desain khusus membuat perlindungan seluruh kaki dari bagian tuas sampai jari
c) Reinforced sole, sepatu ini di desain dengan bahan penguat dari besi yang akan membuat perlindungan dari tusukan pada kaki
d) Latex/Rubber, sepatu yang tahan pada bahan kimia dan memberi daya cengkeram yang lebih kuat pada permukaan yang licin.
e) PVC boots, sepatu yang membuat perlindungan dari lembab dan membantu jalan ditempat becek
f) Vinyl boots, sepatu yang tahan larutan kimia, asam, alkali, garam, air dan darah
g) Nitrile boots, sepatu yang tahan pada lemak hewan, oli, dan bahan kimia

Pelindung tangan berbentuk sarung tangan dengan beberapa typenya, diantaranya :

a) Metal mesh, sarung tangan yang tahan pada ujung benda yang tajam dan membuat perlindungan tangan dari terpotong
b) Leather gloves, membuat perlindungan tangan dari permukaan yang kasar.

c) Vinyl dan neoprene gloves, membuat perlindungan tangan berbahan kimia beracun
d) Rubber gloves, membuat perlindungan tangan saat bekerja dengan listrik
e) Padded cloth gloves, membuat perlindungan tangan dari segi yang tajam, bergelombang dan kotor.
f) Heat resistant gloves, membuat perlindungan tangan dari panas dan api
g) Latex disposable gloves, membuat perlindungan tangan dari bakteri dan kuman

Pelindung bahaya jatuh dengan beberapa jenis diantaranya :

a) Full Body Hardness (Baju penahan Bahaya Jatuh), sistim yang didesain untuk menebarkan tenaga bentrokan atau goncangan ketika jatuh melalui pundak, paha dan pantat. Baju penahan bahaya jatuh ini didesain dengan desain yang nyaman untuk si pengguna di mana pengikat pundak, dada, dan tali paha dapat sesuai menurut penggunanya. Baju penahan bahaya jatuh ini diperlengkapi dengan cincin “D” (high) yang terdapat dibelakang dan di depan di mana tersambung tali pengikat, tali pengaman atau alat penolong lain yang dapat dipasangkan

b) Life Line (tali kaitan), tali kaitan lentur dengan kemampuan tarik minimal 500 kg yang salah satu ujungnya diikatkan ketempat kaitan dan menggantung dengan cara vertikal, atau diikatkan pada tempat kaitan yang lain untuk dipakai dengan cara horisontal

c) Anchor Point (Tempat Kaitan), tempat menyangkutkan pengait yang sekurang-kurangnya harus dapat menahan 500 kg per pekerja yang memakai tempat kaitan itu. Tempat kaitan harus diambil untuk menghindar peluang jatuh. Tempat kaitan, jika
sangat mungkin harus diletakkan lebih tinggi dari bahu penggunanya

d) Lanyard (Tali Pengikat), tali pendek yang lentur atau anyaman tali, dipakai untuk menghubungkan baju pelin-dung jatuh pekerja ke tempat kaitan atau tali kaitan. Panjang tali pengikat tidak bisa melebihi 2 mtr. dan harus yang kancing pengaitnya dapat mengunci dengan cara otomatis

e) Refracting Life Lines (Ingincang Tali kaitan), komponen yang dipakai untuk menghindar agar tali pengikat tidak terlalu kendor. Tali itu akan memanjang dan memendek secara automatis ketika pekerja naik ataupun ketika turun.

fasilitas perlengkapan lingkungan berbentuk :

  • tabung pemadam kebakaran
  • pagar pengamanan
  • penangkal petir darurat
  • pemeliharaan jalan kerja dan jembatan kerja
  • jaring pengamanan pada bangunan tinggi
  • pagar pengaman tempat proyek
  • tangga
  • perlengkapan P3K

rambu-rambu peringatan, diantaranya dengan manfaat :

  • peringatan bahaya dari atas
  • peringatan bahaya bentrokan kepala
  • peringatan bahaya longsoran
  • peringatan bahaya api
  • peringatan tersengat listrik
  • penunjuk ketinggian (untuk bangunan yang kian lebih 2 lantai)
  • penunjuk jalur instalasi listrik kerja sementara
  • penunjuk batas ketinggian penimbunan material
  • larangan masuk ruang tertentu
  • larangan membawa beberapa bahan berbahaya
  • panduan untuk melapor (keluar masuk proyek)
  • peringatan untuk memakai alat pengaman kerja
  • peringatan ada alat/mesin yang beresiko (untuk tempat tertentu)
  • peringatan larangan untuk masuk ke tempat power listrik (untuk orangorang tertentu)

Persyaratan Design dalam Penyelenggaraan Bangunan

Penyelenggaraan bangunan yaitu aktivitas pembangunan yang mencakup sistem rencana tehnis dan proses konstruksi, serta aktivitas pemakaian, pelestarian, dan pembongkaran. Layanan penyelenggaraan bangunan melalui suatu sistem seperti gambar 1. 15 yang dapat
diurutkan pada dasarnya seperti berikut :

  • Step rencana dan perancangan, di mana pada step ini bangunan yang akan di buat dimodelkan dalam suatu bentuk 2 dimensi (gambar) atau 3 dimensi (maket) dibarengi dengan beragam dokumen tertulis sebagai pendukung (Gagasan Biaya Biaya/RAB, spesifikasi teknis dan sebagainya). Keseluruhnya dokumen ini, yang dikatakan sebagai dokumen rencana, akan jadikan sebagai referensi untuk step setelah itu.
  • Step asembling/perakitan, di mana step ini adalah step pilihan yg tidak selalu dikerjakan, bergantung dari keadaan proyek. Perakitan adalah pekerjaan konstruksi taraf kecil pada elemen bangunan seperti kuda-kuda baja, elemen pracetak, dan sebagainya. Step ini bisa dikerjakan di lapangan atau di tempat workshop/pabrik.
  • Step konstruksi, di mana step ini adalah step akhir pembuatan bangunan di lapangan. Step ini dikerjakan dengan referensi dokumen rencana.

Kriteria Bangunan

Kriteria umum bangunan pada intinya harus memenuhi kriteria administratif dan kriteria tehnis sesuai sama manfaat bangunan itu.

Kriteria Administratif

Kriteria administratif bangunan gedung mencakup :

  • status hak atas tanah, dan/atau ijin pemakaian dari pemegang hak
    atas tanah ;
  • status kepemilikan bangunan gedung ;
  • ijin membangun bangunan gedung.

Perlengkapan Keselamatan Diatas Kapal Yang Wajib Anda Ketahui

Image result for Keselamatan Diatas Kapal

Beberapa hari kebelakangan ini sering sekali terjadi kecelakaan/musibah yang beberapa pelaut, terlebih pelaut indonesia mungkin dikarenakan cuaca buruk atau yang lainnya.

Sebenarnya di atas kapal sendiri ada banyak alat keselamatan kerja yang diwajibkan oleh ketentuan internasional untuk mencegah jatuhnya korban jiwa musibah takterhindarkan lagi. Berikut beberapa keterangan singkat alat keselamatan yang sesungguhnya harus dipunyai setiap kapal dan di ketahui oleh semua crew kapal (ABK)

1. INFATABLE LIFERAFT

Biasanya hanya dimaksud liferaft atau pelaut indonesia sendiri menamai dengan rakit penolong. Mungkin beberapa orang yang pernah naik di atas kapal pernah lihat benda ini nongkrong di belakang kanan kiri kapal namun kurang tahu apa manfaat alat ini.
Ketika terjadi kondisi darurat benda ini bertindak penting bila penumpang atau ABK harus meninggalkan kapal, Biasanya kondisi ini dimaksud ABANDON SHIP

Cara kerjanya dengan menghimpit Hydrostatic release yang terdapat disalah satu bagian dari liferaft. Dengan menghimpit bagian in dengan automatis liferaft akan jatuh keair dan mengembang, setelah mengembang dengan prima barulah alat ini siap digunakan

2. LIFE JACKET

Beberapa besar orang tentu tau persis manfaat alat ini, di atas kapal ini nyaris terdapat disetiap ruangan, dikapal yang berisi penumpang harus hukumnya ABK kapal mempraktekkan cara pengguaan life jacket sebentar setelah kapal berlayar, dan bila kamu cermat di dinding-dinding kapal tentu terdapat panduan pemakaian alat ini. Selain itu penggunaan sepatu safety online juga sangat membantu mencegah cidera bagi pekerja.

3. LIFEBUOY

Mendengarnya mengingatkan kita dengan salah satu merk sabun mandi, walau demikian sesungguhnya alat ini diatas kapal yaitu salah satu nama aat keselamatan. Manfaatnya sendiri ketika dengan cara tidak berniat seorang terjatuh dari atas kapal (MAN OVER BOAT), Lifebuoy dilempar keair untuk menghindar korban itu terseret arus air dan terbenam, alat inipun diperlengkapi dengan tali dan HOLMES LIGHT yang dipakai jika kaeadaan minim cahaya, Holmes light dengan automatis pancarkan cahaya jika terapung di air mempermudah tim penyelamat temukan posisi korban.

4. RESCUE BOAT

Perahu penyelamat ini di turunkan memakai dewi-dewi (DAVIT) keair untuk menyelamatkan korban sebentar setelah jatuh dari atas kapal. Memiliki bentuk yang kecil dan gerakannya yang cepat dan lincah membuatnya alat yang satu ini jadi andalan untuk menyelamatkan korban yang jatuh kelaut.

5. EPIRB

Kepanjangan dari Emergency Position-Indicating Radio Beacon, ditempatkan diarea yang bebas dari rintangan biasanya di atas anjungan kapal, Saat setelah kapal terbenam alat ini dengan cara automatis lepas dari dudukannya dan mengembang dipermukaan air dan dengan cara automatis juga pancarkan siyal yang di tangkap oleh satelit INMARST (International Mobile Satellite Organization) dan diteruskan ke stasiun pantai, hingga dapat dengan selekasnya di ketahui posisi kapal yang memerlukan pertolongan.

6. RADAR TRANSPONDER

Sepintas alat ini terlihat seperti EPIRB tetapi sesungguhnya alat ini jauh tidak sama maskipun manfaatnya nyaris serupa. Dari sisi teknologi alat ini di bawah dari EPIRB, Alat ini dipasang di liferaft yang natinya akan pancarkan tanda, disinilah ketidaksamaan atara radar transporder dengan EPIRB, tanda yang dipancarkan hanya dapat di tangkap oleh radar kapal-kapal yang berda di sekitar alat ini, dan nanti kapal yang terima tanda ini dapat segera memberi pertolongan.

7. IMMERSION SUIT

Sepintas terlihat kren jga memakai kostum ini namun yakinlah saudara sekalian tiadak akan pernah ingin memakai kostum ini, Manfaatnya untuk menghindar penggunanya alami kehilangan panas badan HYPOTHERMIA setelah terombang ambing di dinginnya laut karena menanti pertolongan yang tidak kunjung datan

8. PYROTECHNICS

Atau orang pemula menyebutnya kembang api, Manfaatnya untuk menarik perhatian dengan cara visual tim penolong karena alat ini pancarkan cahaya ataupun asap, hingga tim penyelamat dapat lihat dengan cara terang dan dengan selekasnya dapat memberi pertolongan.

Mengenai beberapa macam perlengkapan PYROTECHNICS sebabagai berikur :

A. PARACHUTE SIGNAL

Parachute signal dipakai pada malam hari, Dengan menarik penyebab akan meluncurkan roket ini keatas dan pancarkan cahaya terang diangkasa.

B. RED HAND FLARE

Bedanya dengan parachute signal benda ini tidak meluncur keatas tetapi hanya dipegang ditangan, dan pemegangnya cukup melambai-lambaikannya untuk menarik perhatian tim penyelamat.

C. SMOKE SIGNAL

Nah… bila yang satu ini biasanya dipakai jika bencana terjadi di siang hari, kehadiran parachute signal dan Red Hand Flare yang bekerja kurang optimal disiang hari karena kehadiran cahaya matahari akan diatasi dengan smoke signal ini. Walau siang hari asap yang keluar dari alat ini dapat menerik mata ditengah cerahnya panas matahari.

Bila di perhatikan kesemua alat keselamatan di atas berwarna cerah/orange tidak lain tidak bukanlah kesemuanya mempunyai tujuan mempermudah pencarian korban.
Tersebut beberapa contoh alat keselamatan di atas kapal semuga berguna memberi wawasan kita semua.

Alasan Penting Menggunakan Sepatu Safety

Image result for ppe for any workers

Cidera pada kaki dapat membuat tubuh jadi lemah. Hingga banyak waktu terbuang karena tidak dapat bekerja atau melakukan pekerjaan yang susah. Nah, dengan kenakan sepatu safety dapat menghindar cidera pada kaki. Berikut ini yaitu beberapa alasan kenapa sepatu safety penting dipakai pada medan yang berat.

Membuat perlindungan dari benda yang jatuh atau terbang

Ketika pekerja membawa bahan yang berat atau bekerja dalam lingkungan yang dinamis begitu beberapa orang, mesin dan kendaraan berat dengan cara bersamaaan, maka benda yang jatuh atau terbang adalah bahaya yang umum terjadi. Sepatu pelindung seperti but dengan pelindung jari kaki dari baja dapat dengan cara efisien menghindar munculnya cidera pada kaki.

Membuat perlindungan dari tusukan

Ketika pekerja mencapai benda tajam atau terserang benda tajam dari atas, maka sepatu dengan sol yang berat dan bahan tebal di sekitar kaki akan tawarkan perlindungan yang paling baik. Misalnya pada lingkungan kerja konstruksi, banyak benda tajam yang menyebar pada jalur yang dilalui seorang. Sepatu safety dengan sol yang lunak peluang tidak dapat berikan perlindungan yang cukup.

Membuat perlindungan dari bahaya pemotongan

Mesin yang tajam atau terbagi dalam bagian yang bergerak dapat menyebabkan bahaya pemotongan. Misalnya yaitu pekerja pada industri kayu atau penebangan pohon, akan hadapi bahaya berbentuk mesin pemotong atau gergaji listrik. Bila gergaji listrik itu menyentuh kaki seorang pasti hal itu adalah bencana. Nah sepatu but khusus dengan standard tertentu memiliki bahan yang bisa membuat perlindungan pekerja yang memakai gergaji listrik.

Membuat perlindungan dari Bahaya Listrik

Listrik memiliki bermacam resiko ditempat kerja. Pekerja dapat terserang setrum listrik atau terserang listrik statis yang bisa menghadap ke percikan listrik pada lingkungan tertentu. Nah, untuk menghindar kecelakaan akibat listrik, memerlukan alas kaki yang tidak konduktif yang terbuat dari kulit, karet atau bahan lain yg tidak menghantarkan listrik. Sepatu itu akan kurangi jumlah listrik statis yang terkumpul pada badan, hingga menghindar ada percikan listrik statis.

Menghindar Terpeleset, Terjungkal dan Jatuh

Terpeleset, terjungkal dan jatuh dapat terjadi di semua lingkungan kerja. Hal semacam ini terjadi pada banyak kecelakan setiap tahunnya. Tempat kerja itu dapat menempatkan susunan lantai anti lici untuk kurangi resiko itu. Sekian dengan juga alas kaki yang sediakan perlindungan anti terpeleset, terjungkal dan jatuh.

Alas kaki yang cocok dan nyaman dapat juga memberi keseimbangan, hingga menolong menghindar terpeleset, terjungkal dan jatuh.

Menghindar Kelelahan

Kelelahan jadi permasalahan yang riil untuk pekerja yang berdiri selama seharian, terutama pada permukaan keras seperti beton. Otot pada kaki, paha dan bagian belakang badan akan capek, lalu kondisi pun makin jelek ketika pekerja tidak kenakan alas kaki yang layak. Sepatu dengan bantalan yang ideal dapat bikin orang tambah nyaman, hingga melegakan otot-otot. Hingga pekerja tidak cepat capek. Pekerja yang tidak cepat capek semakin lebih awas, hingga mereka pun jadi lebih aman dan efektif.

Menghindar kemelut otot juga menolong perlindungan pada kelainan otot, seperti nyeri punggung yang kritis.

Menghindar Terbakar

Terbakar dari api dapat terjadi ditempat kerja. Demikian pula terbakar akibar bahan kimia dan bahkan juga bahan yang umum ditempat kerja seperti semen. Nah, alas kaki yang terbuat berbahan yang handal dapat menghindar terbakar dari cipratan kimia, percikan logam yang meleleh dan bahan beresiko yang lain yang bisa melukai kulit kaki.

Membuat perlindungan dari Cuaca Ekstrim

Cuaca yang dingin dapat mengakibatkan cidera akibat frost bite atau hipotermia. Orang yang bekerja lapangan di musim dingin terkena oleh resiko itu, demikian pula orang yang bekerja di lingkungan dengan pendingin, seperti area untuk menyimpan daging. Nah, sepatu safety dapat melindungi kaki agar tetaplah hangat dan nyaman. Hingga badan pun turut tetaplah hangat. Namun tidak semua alas kaki memiliki perlindungan pada dingin, hujan dan salju, jadi pastikan memilih pilihan sepatu safety yang sesuai sama lingkungan yang dihadapi.