Langkah Lihat Masa Expired pada Make Up

asd

Apakah Kamu juga akan menelan sandwich yang dibeli satu bulan waktu lalu? Pasti tidak bukan? Tetapi kenapa banyak wanita yang tetaplah memakai perlengkapan make-up mereka yang sudah melalui batas kadaluarsa.

Umumnya wanita ganti make saat make-up itu habis, sepanjang apa pun alat make-up itu habis. Tetapi riset beberapa waktu terakhir, yang ditulis dari Dailymail, temukan kalau sebagian besar wanita tidak perduli dengan masa product kecantikan mereka. Hal semacam ini selanjutnya juga akan memberi kemungkinan pada wanita seperti iritasi mata serta buat rusaknya pada kulit.

Cara mengetahui masa kadaluarsa makeup

Nyaris 80% wanita yg tidak memerhatikan masa expired make-up, serta tetaplah menyimpannya di rack atau almari kecantikan mereka serta memakainya saat waktu yang dibutuhkan. Angka ini begitu mengagetkan mengingat wanita yang sadar pada kesehatan kulit mereka cuma ada dalam angka 20% saja.

Lantas bagaimana Kamu dapat tahu masa expired product kecantikan Kamu, gampang saja, balikkan product kecantikan itu serta lihatlah nomor yang tercantum di bagian bawah product. Nomor ini adalah jumlah bulan berapakah lama kosmetik kamu bisa bertahan sesudah Kamu membukanya. Perawatan kecantikan wanita jaman dulu sampai sekarang masih digunakan.

Langkah lihat masa expired pada make up

Seperti foundation serta concealer bisa bertahan dipakai sepanjang 18 bulan, bedak tabur serta padat hingga dua th., maskara serta eyeliner cair cuma mempunyai masa pemakaian sepanjang tiga bulan.

Walau untuk tidak dikonsumsi kedalam mulut, bukanlah bermakna Kamu mungkin tetaplah memakainya bila sudah melalui bawas expired. Janganlah sungkan untuk segera buang serta menukarnya dengan yang baru. Jadilah pemakaika product make-up yang cerdas, supaya kulit Kamu tetaplah sehat walau terkena make-up tips membuat ombre lips sehari-harinya. Janganlah lupa untuk bersihkan make-up setelah Kamu memakainya.

Advertisements

Langkah Pencegahan Kebakaran di Area Kerja

Related image

Tahu cara mencegah kebakaran di tempat kerja akan menekan kerugian kecelakaan yang menyebabkan kebakaran. Tentunya informasi mengenai mencegah kebakaran ini harus di berikan dengan tepat pada semua personil keamanan sekaligus karyawan. Selain informasi yang baik, pelatihan kecelakaan kerja yang dapat menyebabkan kebakaran juga harus dilakukan. Terutama jika mengingat sangat banyak potensi bahaya di tempat kerja yang dapat mengakibatkan kebakaran yang menelan sangat banyak kerugian.

Pemicunya kebakaran di tempat kerja

Kecelakaan yang menyebabkan kebakaran dapat terjadi dimanapun. Namun di tempat kerja karenanya ada sangat banyak mesin yang tersambung pada saluran listrik dan penggunaan beberapa bahan kimia selama system produksi buat peluang terjadinya kebakaran di tempat kerja jauh makin besar di banding tempat yang lain. Untuk menekan peluang kebakaran di tempat kerja, tahu pemicunya kebakaran sangat diperlukan. Berikut ini beberapa pemicunya kebakaran di tempat kerja :

  1. Kelalaian yang dilakukan oleh karyawan seperti merokok sembarangan jadi potensi bahaya kebakaran terbesar. Selain merokok, kelalaian seperti lupa mematikan aliran listrik yang tersambung pada mesin produksi juga jadi pemicunya utama kebakaran di tempat kerja.
  2. Kesengajaan yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab bisa pula jadi pemicunya kebakaran di tempat kerja. Kesengajaan ini dapat berupa perubahan komponen mesin atau alat-alat perusahaan yg tidak penuhi standard seperti masihlah memakai baju keselamatan, sepatu safety online, helm safety yang telah tidak layak gunakan sampai menyebabkan kecelakaan kerja yang mengakibatkan pada kebakaran.
  3. Api menyala sendiri mengakibatkan karena bersuanya unsur-unsur pembentuk api dengan beberapa bahan yang mudah terbakar. Hal sejenis ini seringkali terjadi pada beberapa pabrik atau perusahaan yang menyimpan bahan bakar sembarangan sampai tidak ada di kenali menguap waktu lalu bersua panas sampai nampak reaksi pembakaran.
  4. Dengan tahu pemicunya atau potensi bahaya kebakaran yang terjadi di tempat kerja akan buat setiap personil keamanan, karyawan sekaligus pihak tertinggi perusahaan siaga pada bahaya kebakaran. Selain itu tahu tiga unsur kebakaran yaitu bahan bakar, oksigen dan panas akan buat setiap siaga dalam melakukan tata laksana cara menghindar kebakaran di tempat kerja.

Kelas kebakaran dan pemadamannya

Kebakaran yang seringkali Anda jumpai di beberapa tempat termasuk di tempat kerja, dibedakan dalam kelas-kelas yang berbeda. Dengan tahu klasifikasi kebakaran ini dikehendaki umumnya orang tahu cara pemadamannya yang paling tepat.

Kebakaran kelas A.
Kebakaran kelas A yakni kebakaran yang karena oleh benda padat seperti kertas, kayu dan plastik. Selain itu karet dan busa juga disangka sebagai pemicunya kebakaran kelas A. Untuk memadamkan kebakaran yang karena oleh benda-benda padat, Anda dapat memakai media yang dapat memadamkan api seperti air, pasir sampai karung goni yang telah dibasahi memakai air. Anda bisa pula memakai APAR yang disediakan perusahaan atau tempat kerja Anda. Selain itu penggunaan bubuk kering dari zat kimia seperti sodium, potasium dan urea bikarbonat bisa pula memadamkan pemicunya kebakaran akibat benda padat.

Kebakaran kelas B
Kebakaran kelas B karena oleh benda-benda yang mudah sekali tersulut api yang barupa cairan seperti bensin, minyak tanah, solar sampai alkohol dan spirtus. Agar dapat memadamkan kebakaran ini Anda dapat memakai APAR yang disediakan perusahaan sampai racun api tepung kimia kering. Jangan sampai gunakan air untuk memadamkan kebakaran kelas B karena berat tipe air lebih berat dari cairan yang tersulut. Sampai memakai air jadi buat kebakaran semakin melebar.

Kebakaran kelas C
Kebakaran kelas C karena oleh aliran listrik yang ada di ruang kebakaran. Untuk memadamkan kebakaran ini Anda dapat memakai media pemadam api berupa APAR dan racun api tepung kimia kering. Sebelumnya melakukan pemadaman api, putuskan dulu aliran listrik sampai Anda lepas dari peluang tersengat listrik saat melakukan tata laksana cara menghindar kebakaran di tempat kerja.

Mengenal Penyebab Kecelakaan Konstruksi

Related image

1. Aspek Manusia

  • Sangat menguasai dilingkungan konstruksi.
  • Pekerja Heterogen, Tingkat skill dan edukasi tidak sama.
  • Pengetahuan mengenai keselamatan rendah. -Perlu perlakuan khusus

Mencegah :

  • Penentuan Tenaga Kerja-Pelatihan sebelumnya mulai kerja
  • Pembinaan dan pengawasan selamakegiatan berlangsung

2. Aspek Lingkungan

  • Gangguan-gangguan dalam bekerja, misalnya nada bising yang berlebihan dapat menyebabkan terganggunya konsentrasi pekerja.
  • Debu dan material beracun, mengganggu kesehatan kerja, hingga turunkan efektivitas kerja.
  • Cuaca (panas, hujan)

Mencegah :

  • Dianjurkannya memakai penutup telingadan masker pada pekerja.

3. Aspek Teknis

  • Terkait dengan aktivitas kerja Proyek seperti pemakaian perlengkapan dan alat berat, penggalian, pembangunan, pengangkutan dsb.
  • Dikarenakan keadaan tehnis dan metoda kerja yang tidakmemenuhi standard keselamatan (substandards condition).

Mencegah :

  • Rencana Kerja yang baik
  • Pemeliharaan dan perawatan perlengkapan
  • Pengawasan dan pengujian perlengkapan kerja
  • Pemakaian metoda dan teknikkonstruksi yang aman
  • Aplikasi System Manajemen Mutu

Kiat Aplikasi K3 di Proyek Konstruksi

1. Kebijakan K3

  • Adalah landasan kesuksesan K3 dalam proyek.
  • Berisi komitment dan support manajemen puncak pada proses K3 dalam proyek.
  • Harus disosialisasikan pada semua pekerja dan digunakansebagai landasan kebijakan proyek yang lain.

2. Administratif dan Prosedur

  • Mengambil keputusan system organisasi pengelolaan K3 dalam proyek.
  • Mengambil keputusan personal dan petugas yang mengatasi K3 dalam proyek.
  • Menetapkanprosedur dan system kerja K3 selama proyek berjalan termasuk pekerjaan dan wewenang semua unsur berkaitanOrganisasi dan SDM.
  • Kontraktor harus memiliki organisasi yang mengatasi K3 yang besarnya sesuai sama keperluan dan lingkup aktivitas.
  • Organisasi K3 harus memiliki asses pada penanggung jawab projek.
  • Kontraktor harus memiliki personnel yang cukup yang bertanggungjawab mengelola aktivitas K3 dalam perusahaanyang jumlahnya sesuai dengan keperluan.
  • Kontraktor harus memiliki personel atau pekerja yangcakap dankompeten dalam mengatasi setiap type pekerjaan sertamengetahui system cara kerja aman untuk masing-masingkegiatan.
  • Kontraktor harus memiliki kelengkapan dokumen kerja dan perijinan yang berlaku.
  • Kontraktor harus memiliki Manual Keselamatan Kerja sebagaidasarkebijakan K3 dalam perusahaan.
  • Kontraktor harus memiliki prosedur kerja aman sesuai sama type pekerjaan dalam kontrak yang akan ditanganinya.

3. Identifikasi Bahaya

  • Sebelumnya mengawali suatu pekerjaan, harus dilakukan IdentifikasiBahaya manfaat tahu potensibahaya dalam setiap pekerjaan.
  • Identifikasi Bahaya dilakukan berbarengan pengawas pekerjaan danSafety Departement.
  • Identifikasi Bahaya memakai tehnik yang telah bakuseperti Check Daftar, What If, Hazops, dsb.
  • Semua hasil identifikasi Bahaya harus didokumentasikandengan baik dan jadikan sebagai dasar dalam melakukansetiap aktivitas.

4. Project Safety Review

  • Sesuai perubahan proyek dilakukan kajian K3 yangmencakup kehandalan K3 dalam rancangan dan proses pembangunannya.
  • Kajian K3 dikerjakan untuk memberikan keyakinan kalau proyekdibangun dengan sstandar keselamatan yang baik sesuai sama kriteria.
  • Kontraktor bila diperlukan harus melakukan project safetyreview untuk setiap bagian aktivitas kerja yang dilakukan, terlebih untuk kontraktor EPC (Engineering-Procurement-Construction).
  • Project Safety Review mempunyai tujuan untuk mengevaluasi potensi bahaya dalam setiap bagian project dengan cara sistimatis.

5. Pembinaan dan Pelatihan

  • Pembinaan dan Kursus K3 untuk semua pekerja dari levelterendah sampai level paling tinggi.
  • Dilakukan ketika proyek diawali dan dilakukan dengan cara berkala. Pokok Pembinaan dan Latihan : Kebijakan K3 proyek :
    -Cara melakukan pekerjaan dengan aman
    -Cara penyelamatan dan penanggulangan darurat

6. Safety Committee (Panitia Pembina K3)

  • Panitia Pembina K3 adalah salah satu penyanggakeberhasilan K3 dalam perusahaan.
  • Panitia Pembina K3 adalah saluran untuk membinaketerlibatan dan kepedulian semua unsur pada K3
  • Kontraktor harus membuat Panitia Pembina K3 atauKomiteK3 (Safety Committee).
  • Komite K3 beranggotakan wakil dari semasing manfaatyang ada pada aktivitas kerja.
  • Komite K3 mengulas persoalan K3 dalam perusahaan sertamemberikan input dan pertimbangan pada manajemenuntuk penambahan K3 dalam perusahaan

7. Promosi K3

  • Selama aktivitas proyek berjalan diadakan program- program Promosi K3.
  • Mempunyai tujuan untuk mengingatkan dan meningkatkanawareness beberapa pekerja proyek.
  • Aktivitas Promosi berbentuk poster, spanduk, buletin, lomba K3dan sebagainya.
  • Sebanyak-banyaknya keterlibatan pekerja. 8. Safe Working Practices
  • Harus disusun dasar keselamatan untuk setiap pekerjaan beresiko di lingkungan proyek misalnya :
    -Pekerjaan Pengelasa
    -Scaffolding
    -Bekerja diketinggian
    -Penggunaan Bahan Kimia berbahaya
    -Bekerja diruangan tertutup
    -Bekerja diperalatan mekanis dan sebagainya

9. System Ijin Kerja

  • Untuk menghindar kecelakaan dari beragam aktivitas beresiko, perlu diperkembang system ijin kerja.
  • Semua pekerjaan beresiko hanya bisa diawali bila telahmemiliki ijin kerja yang di keluarkan oleh manfaat berwenang (pengawas proyek atau K3).
  • Ijin Kerja berisi cara melakukan pekerjaan, safety precautiondan perlengkapan keselamatan yang diperlukan

10. Safety Inspection

  • Adalah program penting dalam phase konstruksi untukmeyakinkan kalau tak ada “unsafe act dan unsafe Condition”dilingkungan proyek.
  • Inspeksi dilakukan dengan cara berkala.
  • Dapat dilakukan oleh Petugas K3 atau dibuat Joint Inspectionsemua unsur dan Sub Kontraktor. 11. Equipment Inspection
  • Semua perlengkapan (mekanis, power tools, alat berat dll) harusdiperiksa oleh ahlinya sebelumnya diperbolehkan dipakai dalam proyek.
  • Semua alat yang sudah di check harus di beri sertifikat pemakaian diperlengkapi dengan label khusus.
  • Kontrol dilakukan dengan cara berkala

12. Keselamatan Kontraktor (Contractor Safety)

  • Harus disusun dasar Keselamatan Konstraktor/SubKontraktor.
  • Subkontraktor harus penuhi standard keselamatan yang telahditetapkan.
  • Setiap sub kontraktor harus memiliki petugas K3.
  • Pekerja Subkontraktor harus dilatih tentang K3 dengan cara berkala.
  • Contractor Safety :
    -Kontraktor adalah unsur penting dalam perusahaansebagai mitra yang menolong aktivitas operasi perusahaan.
    -Kontraktor riskan pada kecelakaan dalammenjalankan kegiatannya.
    -Tenaga Kontraktor berbentuk sesaat.
    -Kecelakaan yang menimpa kontraktor tinggi.
    -Kelalaian yang dilakukan kontraktor dapat membahayakan operasi perusahaan dan menyebabkan kecelakaan perusahaan.
    -Kecelakaan yang menimpa kontraktor juga berpengaruh pada kemampuan perusahaan.
  • Perusahaan harus mengaplikasikan Contractor Safety Management Sistem (CSMS) CSMS yaitu suatu system manajemen untuk mengelola kontraktor yang bekerja di lingkungan perusahaan. CSMS adalah system komprehensif dalam pengelolaan kontraktor mulai sejak step rencana sampai proses pekerjaan.

Keselamatan Transportasi
a) Aktivitas Proyek melibatkan kesibukan transportasi yang tinggi.
b) Pembinaan dan Pengawasan transportasi di luar dan di dalam tempat Proyek.
c) Semua kendaraan angkutan Proyek harus penuhi kriteria yang diputuskan.

Pengelolaan Lingkungan
a) Selama proyek berjalan harus dilakukan pengelolaan lingkungan dengan baik merujuk dokumen Amdal/UKL dan UPL.
b) Selama proyek berjalan efek negatif harus ditekan seminimal mungkin untuk menghindari rusaknya terhadaplingkungan. 15. Pengelolaan Limbah dan B3
c) Aktivitas proyek menyebabkan limbah dalam jumlah besar, dalam beragam bentuk.
d) Limbah harus dikelola dengan baik sesuai sama macamnya. Limbah harus selekasnya di keluarkan dari tempat proyek. 16. Kondisi Darurat
e) Perlu disusun Prosedur kondisi darurat sesuai sama keadaandan karakter bahaya proyek misalnya bahaya kebakaran, kecelakaan, peledakan dsb.
f) SOP Darurat harus disosialisasikan dan dilatih pada semua pekerja. 17. Accident Investigation and Reporting System
g) Semua kecelakaan dan peristiwa selama proyek harus diselidikioleh petugasyang terlatih dengan maksud untuk mencari penyebabnya utama agar peristiwa sama tidak terulang kembali.
h) Semua kecelakaan/peristiwa harus dicatat dan di buat analisaserta statistik kecelakaan.
i) Dipakai sebagai bahan dalam rapat komite K3 Proyek.

Audit K3
a) Dengan cara berkala dilakukan audit K3 sesuai sama periode waktu proyek.
b) Audit K3 berperan untuk tahu kekurangan dan keunggulan proses K3 dalam proyek sebagai input proses proyek selanjutnya.
c) Sebagai input dalam memberi penghargaan K3

Alat Pelindung Diri
Peralatan harus yang dipakai saat bekerja sesuai bahaya dan kemungkinan kerja untuk melindungi keselamatan pekerja tersebut dan orang di sekitarnya. Mengenai bentuk perlengkapan dari alat pelindung :

a) Safety helmet
Berperan sebagai pelindung kepala dari benda-benda yang bisa melukai kepala.
b) Safety belt
Berperan sebagai alat pengaman ketika memakai alat trasportasi.
c) Penutup telinga
Berperan sebagai penutup telinga ketika bekerja di tempat yang bising.
d) Kacamata pengamanan
Berperan sebagai pengamanan mata ketika bekerja dari percikan.
e) Pelindung wajah
Berperan sebagai pelindung muka ketika bekerja.
f) Masker
Berperan sebagai penyaring hawa yang dihisap di tempat yang kwalitas udaranya kurang bagus.
g) Sepatu safety
Berperan kurangi efek dan menghindari terlukanya jari-jari kaki dari hantaman, tusukan atau timpaan benda yang berat dan keras ketika terjadi kecelakaan kerja

LANGKAH AMAN KERJA CHEMICAL HANDLING

Related image

Chemical handling (penanganan zat kimia) Penanganan Zat kimia harus dilakukan secara cermat dan hati-hati, karena bila tidak ditangani dengan benar dapat mengakibatkan penyakit, luka, cacat ataupun kematian.

Berikut beberapa bagian dalam Pekerjaan Kerja Penggalian :

SEBELUM BEKERJA

  1. Baca dan mengerti karakteristik zat kimia yang akan diakukan.
  2. Bacalah MSDS ataupun perhatikan sign danketerangan yang lain yang tercantum pada paket zat kimia.
  3. Di MSDS terdapat karakteristik zat kimia dan info tentang perlakuan, pemakaian, penyimpanan, pembuangan dan aksi pertolongan pertama apabila terjadi insiden berkaitan bahan kimia.
  4. Pastikan pakai APD yang tepat dalam perlakuan zat kimia, misalnya, sepatu bot karet kimia, sarung tangan khusus kimia, master, kacamata safety, pakaian khusus perlakuan kimia.
  5. Kenali tempat paling dekat untuk eyes wash atau pencuci mata dan emergency shower.

ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

Alat Pelindung Diri yang dipakai untuk kerja chemical handling yaitu seperti berikut :

  1. Hand Gloves
  2. Safety Glasses
  3. Safety Goggles
  4. Face Shield
  5. Dust Mask
  6. Cartridge Respirator
  7. Full Face Mask with Cartridge Respirator
  8. Sepatu safety online
  9. Apron
  10. Full Body Suit

KETIKA BEKERJA

Prosedur ketika bekerja chemical handling yaitu seperti berikut :

  1. Ketika perlakuan zat kimia berjalan, di pastikan minimum 1 orang yang mengawasi pekerjaan.
  2. Pastikan zat kimia tidak tercecer atau tumpah.
  3. Bila zat kimia tercecer atau tumpah, kerjakan aksi tepat sesuai tips yang terdapat pada MSDS.
  4. Bila mata terpecik selekasnya bersihkan mata kamu memakai eyes wash, emergency shower bila terkena pada badan/baju.

SETELAH BEKERJA

Prosedur setelah bekerja chemical handling seperti berikut :

  1. Setelah pekerjaan berjalan, pastikan menyimpan zat kimia kembali ke tempatnya.
  2. Pastikan tutup atau paket zat kimia dalam keadaan awal mulanya dan tertutup dengan baik.
  3. Pastikan juga buku MSDS di letakkan pada tempat awal mulanya.
  4. Bila terdapat kemungkinan terkena selekasnya check kesehatan kamu ke klinik.

5 Langkah Membangun Budaya K3

Related image

Ada 5 langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk melibatkan pekerja dalam membangun budaya K3 :

Berhenti Berpikir Keselamatan Kerja yaitu Tanggung Jawab Departemen K3

Kerapkali di banyak pabrik, segalanya berkaitan dengan K3 akan dilakukan oleh departemen K3. Hal ini dapat berlaku bila ada kecelakaan kerja, maka departemen K3 mungkin saja akan dikambinghitamkan. Walau sebenarnya, semestinya keselamatan kerja yaitu tanggung jawab kebanyakan orang terlebih beberapa top manajemen di semasing ruang karena keselamatan kerja akan berguna segera pada operasional semua departemen. Maka, semua departemen harus berhenti meng-subkontrak keselamatan kerja di lokasi mereka pada departemen K3. Tetapi, departemen K3 tetaplah harus bertanggungjawab untuk mengkordinir semua kesibukan K3 di perusahaan

Bangun Program Khusus.

Setiap tingkatan manajemen tentu memiliki pekerjaan dan manfaat yang tidak sama. Oleh karenanya, kita terkadang harus membuat semua program penambahan budaya K3 yang sesuai sama tingkatan manejemen. Untuk tingkatan operator dan staff misalnya kita dapat buat program inspirasi perbaikan keselamatan kerja dan untuk tingkatan Top Manajemen kita dapat buat program inspeksi manajemen teratur per bln.. Program penambahan budaya k3 ada pula yang berbentuk umum seperti Pembuatan HIRADC/Analisa Bahaya dan Kemungkinan Keselamatan Kerja yang mana program itu harus memperhitungkan semua input dari setiap orang di departemen berkaitan.

Setujui Target Bersama

Program yang kita buat harus memiliki tujuan jumlah proses yang pasti. Target-target itu harus disetujui oleh semua pihak termasuk Direktur Utama. Tambah lebih baik lagi bila beberapa tujuan ini bukan sekedar jadi tujuan departemen safety, tujuan ini harus jadi tujuan berbarengan semua departemen. Misalnya, angka inspeksi manajemen departemen semasing per bln. atau angka inspirasi perbaikan yang perlu dihimpun per bln..

Menurut sebuah penelitian kecil pada program budaya K3. Hasil penelitian tunjukkan kalau keterlibatan aktif departemen terhadao tujuan k3 yang didapatkan dapat menambah jumlah proses program K3 sampai 20 kali lipat dalam 1 th..

Kerjakan pengawasan target

Setelah tujuan sudah disusun dengan baik, maka tujuan itu harus selalu dipantau tren per bulannya. Kita dapat lihat dari tren itu mana departemen yang belum penuhi tujuan yang sudah disetujui. Trend-trend itu dapat juga di kirim atau dipresentasikan ke beberapa Manajemen untuk anggota deskripsi sejauh mana mereka ikut serta dalam usaha keselamatan dan kesehatan kerja. Perlu juga pengawasan terhadap penggunaan alat pelindug diri saat bekerja, misalnya apakah pekerja sudah menggunakan pakaian dan sepatu safety dengan benar.

Lakukan konsekwensi dari target

Jangan pernah tujuan yang sudah di buat jadi percuma hanya karena beberapa orang yang dibebankan tujuan itu tidak melakukannya. Oleh karenanya, perlu di buat sebuah mekanisme konsekwensi baik untuk yang meraih tujuan atau yg tidak meraih tujuan. Sebuah meeting Manajemen dapat jadi cara ampuh untuk “mengadili” beberapa orang yg tidak meraih tujuan yang sudah disetujui. Penghapusan bonus dapat juga jadi alternatif untuk jadi konsekwensi dari absennya orang itu pada tujuan yang sudah disetujui.

ALAT-ALAT KESELAMATAN JIWA YANG ADA DI KAPAL

Related image

Setiap kapal baik itu kapal passenger (penumpang) atau kapal barang sudah merupakan kewajiban kewajiban mereka menyediakan alat-alat keselamatan itu dan biasanya perlengkapan/alat-alat keselamatan itu terdapat ditempat yang mudah di jangkau, baik itu oleh crew kapal tersebut ataupun penumpang.

Di antara alat-alat keselamatan jiwa yang ada di kapal yakni :

  1. Sekoci (Life boat)
  2. Dewi-dewi (Live boat davits)
  3. Pelampung (Life buoys)
  4. Jaket penolong (Life jacket)
  5. Rakit penolong (Liferaft)
  6. Pelempar tali penolong (Line trowing apparatus)

1. Sekoci (Life Boat)

Sekoci adalah perahu kecil yang berada di kanan dan kiri kapal bagian atas tepatnya di deck sekoci, Pada kapal barang biasanya ada dua sekoci, sedang pada kapal penumpang atau pesiar jumlahnya sesuai sama besar kecilnya kapal itu. sekoci biasanya sejumlah 12 buah. sekoci-sekoci itu biasanya terbuat dari logam, kayu atau serat, fiber

Tenaga penggerak sekoci ini biasanya dibagi jadi dua bagian yakni : ada yang bertenaga gerak memakai mesin/motor dan ada juga yang diperlengkapi dengan dayung. Di dalam sekoci biasanya telah ada sebagian peralatan jiwa seperti makanan, minuman, obat-obatan dan alat bantu untuk mencari pertolongan kekapal lain yang tengah berlayar di sekitar sekoci. Di dalam sekoci diperlengkapi minyak peredam ombak agar penumpang di atas sekoci itu tidak mabuk laut.

2. Dewi-dewi (Life boat davits)

Bobot sekoci yang ada di kapal cukup berat, hingga mustahil dinaik turunkan dengan hanya memakai tenaga manusia. oleh karenanya, semua sekoci hatus di beri kelengkapan untuk fasilitas penaikan dan penurunan yang aman, alat yang dipakai sekoci itu dimaksud dengan davits atau dewi-dewi.

3. Pelampung (Life buoy)

Life buoy ini berupa seperti ban mobil, pelampung ini akan dilempar kelaut bila ada seorang yang jatuh kelaut, alat ini biasanya terbuat dari gabus pejal dan tahan pada minyak, pelampung ini memiliki warna yang mencolong yang mudah dikenali, pada pelampung biasanya terdapat nama kapal atau tempat kapal itu terdaftar

4. Jaket penolong (Life jacket)

Life jacket (Jaket penolong) berupa seperti pakaian, jaket ini digunakan penumpang agar mudah terapung dilaut ketika terjadi kondisi darurat. Jaket penolong juga biasanya memiliki warna yang mencolok agar mudah diliat, jaket ini dapat diperlengkapi dengan peluit yang dihubungkan dengan tali untuk menarik perhatian penolong. Selain itu gunakan sepatu safety online untuk perlindung terhadap kaki agar terhindar dari slip atau terpeleset.

5. Rakit penolong (Liferaft)

Rakit penolong terdiri dari 2 type, yakni rakit kaku dan rakit yang diperkembang, ke-2 rakit ini dipakai bila tidak berhasil turunkan sekoci, rakit penolong biasanya diperlengkapi penutup sesuai ukurannya hingga dapat membuat perlindungan penumpang, warna rakit ini biasanya mencolok, seperti warna jingga (Orange) sampai di ketahui keberadaannya.

Sesaat rakit yang diperkembang berupa kapsul yang besar dan diperlengkapi dengan tali pembuka yang panjang. pemakaiannya tinggal dilemparkan kelaut dan ditarik, maka rakit automatis mengembang dan siap untuk digunkan, didalamnya juga terdapat peralatan keselamatan jiwa seperti makanan, minuman, obat-obatan. kemampuan rakit sesuai ukuran dan yang dapat menyimpan 25 orang.

6. Pelempar tali penolong (Line trowing apparatus)

Alat ini dipakai saat kondisi darurat, alat pelempar tali ini harus dapat melempar tali paling dekat sejauh 230 mtr..

Tips Melindungi Seorang Chef di Dapur

Setiap profesi pasti memiliki pekerjaan yang berbeda-beda sesuai dengan bagiannya. Demikian halnya pakaian yang dipakai akan tidak sama karena sesuai dengan bagian pekerjaan. Seperti satu diantaranya profesi seseorang chef yang bekerja di dapur, sudah pasti akan tidak sama dengan baju dan atribut yang dipakai oleh akuntan yang kenakan pakaian khas kantor.

Seseorang juru masak ataupun chef sangat mengutamakan kebersihan dan keselamatan dalam bekerja. Profesi ini dituntut untuk memproses hidangan dengan cara higienis dalam keadaan sanitasi perlengkapan maupun ruang yang baik. Diluar itu, aspek keselamatan bekerja penting juga dipahami dan ditempuh oleh seseorang chef karena bagian ini lekat dengan beberapa piranti yang memiliki kemungkinan kecelakaan kerja yang cukup tinggi.

Untuk mensupport pekerjaan seseorang chef, kelengkapan atribut yang dipakai telah jadi standard yang perlu diaplikasikan baik lingkup dapur restoran maupun hotel. apabila seseorang chef sekurang-kurangnya memakai seragam standard seperti, hat cook, necktie, double breasted jacket, apron, side towel, trousers dan safety shoes.

Hat cook jadi salah satu ciri khas seseorang chef. Awal mulanya hat cook berwarna putih dengan bentuk seperti tabung maupun jamur dan memiliki pori-pori di bagian atas untuk aliran hawa. Bentuk hat cook yang tinggi tunjukkan posisi seseorang chef dan biasanya yang kenakan yaitu executive chef. Bersamaan perubahan zaman, design, bentuk dan warna hat cook pun beragam, namun masih tetap memiliki manfaat utama, yakni menghindar rambut rontok dan jatuh ke pada makanan dan menyerap keringat di dahi. Bahan yang dipakai pada hat cook dapat berbentuk kertas maupun kain katun. Hat cook yang di buat dari kertas biasanya hanya sekali gunakan. Atribut lain yang dipakai chef yaitu necktie (dasi/syal) yang melingkar di leher dan dipakai untuk menyerap keringat di sekitar leher agar tidak menetes ke makanan. Tetapi saat ini pemakaian necktie sesuai sama design double breasted jacket (pakaian koki). Saat ini necktie sedikit dipakai karena biasanya design kerah pakaian chef telah menutupi leher dan segera menyerap keringat. Perhatikan juga alat-alat yang riskan dengan kecelakaan atau benda-benda yang mudah terbakar. Letakkan benda yang mudah terbakar dari kompor seperti minyak atau gas, Pakai bahan bakar berkwalitas untuk kurangi kecelakaan kerja.

Keadaan dapur yang panas pasti memerlukan baju yang nyaman dipakai dan mudah menyerap keringat. Double breasted jacket jadi baju harus seseorang juru masak, baju ini di desain berlapis dibagian dada, berlengan panjang dan di buat dari kain katun yang agak tebal membuat perlindungan dada dari panas api, makanan atau cairan yang menyiram badan. Sama dengan design hat cook, pada double breasted jacket juga alami pergantian dari mulai design, motif sampai warna. Double breasted jacket dianjurkan berwarna putih agar dapat diliat seberapa jauh seseorang chef melindungi kebersihan seragam dan atributnya selama bekerja. Demikian perihal trousers atau celana panjang yang dipakai chef. Trousers harus di buat dari kain yang mudah menyerap keringat dan memilih warna gelap agar tidak terlihat kotor.

Apron atau sering dimaksud celemek, harus dipakai oleh chef dengan maksud membuat perlindungan jacket dan trousers dari kotoran. Sama dengan double breasted jacket yang beragam warna, apron pun bukan sekedar berwarna putih namun biasanya ikuti dengan warna baju yang dipakai. Panjang apron diupayakan sampai lutut dan lebar, agar celana terlindung dari kotoran. Agar tangan seseorang chef terbangun kebersihannya, sehelai side towel harus selalu ada dan disisipkan di pinggang. Side towel biasanya di buat dari kain yang tebal dan mudah menyerap air.

Pekerjaan seseorang chef banyak bertemu segera dengan kecelakaan kerja, semisal terpeleset karena lantai basah dan licin, terlindas roda troli maupun kejatuhan barang berat. Satu atribut lagi yg tidak dapat dilupakan yaitu sepatu safety. Sesuai sama namanya, safety shoes dipakai membuat perlindungan kaki dari peluang kecelakaan kerja di dapur. Sepatu ini memiliki basic berbahan karet tebal agar tidak mudah slip dan di bagian atas dilindungi besi baja yang dilapis dengan kulit, agar kaki aman dari kejatuhan benda berat.

Semua atribut harus dijaga kebersihannya sehari-hari. Biasanya di hotel, atribut seperti necktie, double breasted jacket, trousers, maupun apron di-laundry sehari-hari dan karyawan selalu memakai baju yang bersih sehari-hari. Dengan memakai baju yang diseragamkan pastinya akan memberi efek positif baik untuk pemakai maupun orang lain.