Bagaimana Membuat Satu Brand

bvSeseorang pakar Branding Indonesia, siapa yg tidak kenal dengan Subiakto Priosoedarsono. Praktisi Branding yang umum di panggil Pak Bi ini telah berkarat ilmunya sepanjang 47 th.. Pak Bi membuat BRAND dari mulai lewat packaging, lewat iklan, lewat program tv, lewat moment, lewat PR serta belakangan ini lewat media digital. jasa pembuatan website jakarta bisa menjadi solusi kamu.

Slide yang baru saja yaitu jejak Branding yang sempat pak Bi buat terutama lewat slogan. Slogan ” Bila telah duduk lupa berdiri ” itu Pak Bi buat th. 1981. Telah lebih dari 30 th. serta kelihatannya hingga saat ini masih tetap relevan. Demikian juga slogan ” Kopiko ubahnya ngopi ” Pak Bi buat th. 1986 hingga saat ini masih tetap digunakan meskipun telah berulang-kali cobalah untuk ditukar tiap-tiap bertukar agency.
Slogan ” Nyamuk sini hanya takut Tigaroda ” jadi fenomenal karna pada zamannya telah buat Baygon mengkerut dari 90% Market Berbagi jadi tinggal 15% saja.

Apa sich perlunya satu slogan buat membuat satu BRAND?
Satu slogan untuk membuat BRAND tidak dapat dikerjakan lewat mengarang. Karna slogan yang dapat membuat BRAND yaitu slogan yang mencerminkan satu VALUE. Value dari Brand DNA, Brand Positioning serta Added Value.

Dalam Brand Canvas yang Pak Bi sampaikan di Workshop Bisa-Bikin-Brand Slogan ada pada posisi ke 14 dari 15 langkah membuat BRAND. Jadi bila ada rekanan Pak Bi memohon untuk dibuatkan slogan Pak Bi sukai tertawa geli. ” Darimana saya dapat temukan value dari brandnya? Hehehe. ”

BRAND itu yaitu NAMA plus MA’NA. Banyak cara membuat arti pada suatu nama. Merujuk pada Hyrarchy of Neednya Maslow arti dapat dibuat lewat arti physic, arti rasa aman, arti di terima dalam satu komune, arti self esteem serta arti self actualization atau jatidiri.

Customer dapat memaknai satu nama dengan penampilan physical. Atau ketergantungan juga akan produknya. Umumnya makanan. Bila makan GUDEG ya YU DJUM. Atau bila makan sate MARANGGI ya Ibu Hj. Yeti Cibungur. Atau bila ingin LOENPIA ya Loenpia Mbak Lien Semarang.
Value pada physical ini begitu bergantung pada gigitan pertama. Bila gigitan pertama enak ya nama jadi miliki value jadi jadilah dia BRAND.
Jadi Kamu dapat mebangun BRAND lewat product yang ciri khas atau unik, Minimum mempunyai value physical. Dalam hal semacam ini Kamu tinggal mengulang gigitan pertama berulang-kali hingga konsumen yang semula cuma beli sekali, jadi pelanggan yang beli berulang-kali. Karna peranan BRAND memanglah merubah konsumen jadi pelanggan.

Kesetiaan pada rasa dapat roboh saat Kamu terasa tidak aman makan ditempat itu. Umpamanya mendadak Kamu temukan kecoa dibawah makanan yang tersaji atau kepergok tikus mondar-mandir di dapur. Tuntutan juga akan rasa aman ini memanglah sifatnya intangible serta beyond physical.
Momen di atas melukiskan begitu loyalnya pelanggan pada value product tetapi untuk customer yang mem value rasa aman bakalan meninggalkan loyalitasnya. Nah, Kamu miliki kesempatan untuk membuat BRAND lewat rasa aman walau mungkin saja product Kamu kalah di rasa.

Untuk pelanggan yang memprioritaskan value satu komune malah mencari product yang dapat membuatnya di terima di kelompok spesifik. Banyak komune yang mensyaratkan anggotanya mesti jadi pelanggan merk spesifik. Ada Toyota Hartop Club, ada Mercy Club. Ada Suzuki Jimny Club. Yang mengharuskan anggotanya miliki product dengan merk spesifik.

Yang paling akhir, Kamu dapat juga membuat value self actualization di mana product Kamu jadi jatidiri dari pelanggan Kamu. Umpamanya Rolex. Karena value yang di sampaikan lewat slogannya ” Crown to every achievements ” jadi stiap orang yang telah terasa berhasil segera beli jam Rolex. Atau Harley Davidson yang tawarkan value FREEDOM buat pelanggannya.

Apakah mesti beberapa merk kelas dunia saja yang dapat menjunjukkan jatidiri pelanggannya? Tidak. Gudeg Yu Djum telah jadi jatidiri orang Jogja. Sate Maranggi telah jadi jati diri orang Purwakarta. Rendang telah jadi jatidiri orang Padang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s