Mengenal Penyebab Kecelakaan Konstruksi

Related image

1. Aspek Manusia

  • Sangat menguasai dilingkungan konstruksi.
  • Pekerja Heterogen, Tingkat skill dan edukasi tidak sama.
  • Pengetahuan mengenai keselamatan rendah. -Perlu perlakuan khusus

Mencegah :

  • Penentuan Tenaga Kerja-Pelatihan sebelumnya mulai kerja
  • Pembinaan dan pengawasan selamakegiatan berlangsung

2. Aspek Lingkungan

  • Gangguan-gangguan dalam bekerja, misalnya nada bising yang berlebihan dapat menyebabkan terganggunya konsentrasi pekerja.
  • Debu dan material beracun, mengganggu kesehatan kerja, hingga turunkan efektivitas kerja.
  • Cuaca (panas, hujan)

Mencegah :

  • Dianjurkannya memakai penutup telingadan masker pada pekerja.

3. Aspek Teknis

  • Terkait dengan aktivitas kerja Proyek seperti pemakaian perlengkapan dan alat berat, penggalian, pembangunan, pengangkutan dsb.
  • Dikarenakan keadaan tehnis dan metoda kerja yang tidakmemenuhi standard keselamatan (substandards condition).

Mencegah :

  • Rencana Kerja yang baik
  • Pemeliharaan dan perawatan perlengkapan
  • Pengawasan dan pengujian perlengkapan kerja
  • Pemakaian metoda dan teknikkonstruksi yang aman
  • Aplikasi System Manajemen Mutu

Kiat Aplikasi K3 di Proyek Konstruksi

1. Kebijakan K3

  • Adalah landasan kesuksesan K3 dalam proyek.
  • Berisi komitment dan support manajemen puncak pada proses K3 dalam proyek.
  • Harus disosialisasikan pada semua pekerja dan digunakansebagai landasan kebijakan proyek yang lain.

2. Administratif dan Prosedur

  • Mengambil keputusan system organisasi pengelolaan K3 dalam proyek.
  • Mengambil keputusan personal dan petugas yang mengatasi K3 dalam proyek.
  • Menetapkanprosedur dan system kerja K3 selama proyek berjalan termasuk pekerjaan dan wewenang semua unsur berkaitanOrganisasi dan SDM.
  • Kontraktor harus memiliki organisasi yang mengatasi K3 yang besarnya sesuai sama keperluan dan lingkup aktivitas.
  • Organisasi K3 harus memiliki asses pada penanggung jawab projek.
  • Kontraktor harus memiliki personnel yang cukup yang bertanggungjawab mengelola aktivitas K3 dalam perusahaanyang jumlahnya sesuai dengan keperluan.
  • Kontraktor harus memiliki personel atau pekerja yangcakap dankompeten dalam mengatasi setiap type pekerjaan sertamengetahui system cara kerja aman untuk masing-masingkegiatan.
  • Kontraktor harus memiliki kelengkapan dokumen kerja dan perijinan yang berlaku.
  • Kontraktor harus memiliki Manual Keselamatan Kerja sebagaidasarkebijakan K3 dalam perusahaan.
  • Kontraktor harus memiliki prosedur kerja aman sesuai sama type pekerjaan dalam kontrak yang akan ditanganinya.

3. Identifikasi Bahaya

  • Sebelumnya mengawali suatu pekerjaan, harus dilakukan IdentifikasiBahaya manfaat tahu potensibahaya dalam setiap pekerjaan.
  • Identifikasi Bahaya dilakukan berbarengan pengawas pekerjaan danSafety Departement.
  • Identifikasi Bahaya memakai tehnik yang telah bakuseperti Check Daftar, What If, Hazops, dsb.
  • Semua hasil identifikasi Bahaya harus didokumentasikandengan baik dan jadikan sebagai dasar dalam melakukansetiap aktivitas.

4. Project Safety Review

  • Sesuai perubahan proyek dilakukan kajian K3 yangmencakup kehandalan K3 dalam rancangan dan proses pembangunannya.
  • Kajian K3 dikerjakan untuk memberikan keyakinan kalau proyekdibangun dengan sstandar keselamatan yang baik sesuai sama kriteria.
  • Kontraktor bila diperlukan harus melakukan project safetyreview untuk setiap bagian aktivitas kerja yang dilakukan, terlebih untuk kontraktor EPC (Engineering-Procurement-Construction).
  • Project Safety Review mempunyai tujuan untuk mengevaluasi potensi bahaya dalam setiap bagian project dengan cara sistimatis.

5. Pembinaan dan Pelatihan

  • Pembinaan dan Kursus K3 untuk semua pekerja dari levelterendah sampai level paling tinggi.
  • Dilakukan ketika proyek diawali dan dilakukan dengan cara berkala. Pokok Pembinaan dan Latihan : Kebijakan K3 proyek :
    -Cara melakukan pekerjaan dengan aman
    -Cara penyelamatan dan penanggulangan darurat

6. Safety Committee (Panitia Pembina K3)

  • Panitia Pembina K3 adalah salah satu penyanggakeberhasilan K3 dalam perusahaan.
  • Panitia Pembina K3 adalah saluran untuk membinaketerlibatan dan kepedulian semua unsur pada K3
  • Kontraktor harus membuat Panitia Pembina K3 atauKomiteK3 (Safety Committee).
  • Komite K3 beranggotakan wakil dari semasing manfaatyang ada pada aktivitas kerja.
  • Komite K3 mengulas persoalan K3 dalam perusahaan sertamemberikan input dan pertimbangan pada manajemenuntuk penambahan K3 dalam perusahaan

7. Promosi K3

  • Selama aktivitas proyek berjalan diadakan program- program Promosi K3.
  • Mempunyai tujuan untuk mengingatkan dan meningkatkanawareness beberapa pekerja proyek.
  • Aktivitas Promosi berbentuk poster, spanduk, buletin, lomba K3dan sebagainya.
  • Sebanyak-banyaknya keterlibatan pekerja. 8. Safe Working Practices
  • Harus disusun dasar keselamatan untuk setiap pekerjaan beresiko di lingkungan proyek misalnya :
    -Pekerjaan Pengelasa
    -Scaffolding
    -Bekerja diketinggian
    -Penggunaan Bahan Kimia berbahaya
    -Bekerja diruangan tertutup
    -Bekerja diperalatan mekanis dan sebagainya

9. System Ijin Kerja

  • Untuk menghindar kecelakaan dari beragam aktivitas beresiko, perlu diperkembang system ijin kerja.
  • Semua pekerjaan beresiko hanya bisa diawali bila telahmemiliki ijin kerja yang di keluarkan oleh manfaat berwenang (pengawas proyek atau K3).
  • Ijin Kerja berisi cara melakukan pekerjaan, safety precautiondan perlengkapan keselamatan yang diperlukan

10. Safety Inspection

  • Adalah program penting dalam phase konstruksi untukmeyakinkan kalau tak ada “unsafe act dan unsafe Condition”dilingkungan proyek.
  • Inspeksi dilakukan dengan cara berkala.
  • Dapat dilakukan oleh Petugas K3 atau dibuat Joint Inspectionsemua unsur dan Sub Kontraktor. 11. Equipment Inspection
  • Semua perlengkapan (mekanis, power tools, alat berat dll) harusdiperiksa oleh ahlinya sebelumnya diperbolehkan dipakai dalam proyek.
  • Semua alat yang sudah di check harus di beri sertifikat pemakaian diperlengkapi dengan label khusus.
  • Kontrol dilakukan dengan cara berkala

12. Keselamatan Kontraktor (Contractor Safety)

  • Harus disusun dasar Keselamatan Konstraktor/SubKontraktor.
  • Subkontraktor harus penuhi standard keselamatan yang telahditetapkan.
  • Setiap sub kontraktor harus memiliki petugas K3.
  • Pekerja Subkontraktor harus dilatih tentang K3 dengan cara berkala.
  • Contractor Safety :
    -Kontraktor adalah unsur penting dalam perusahaansebagai mitra yang menolong aktivitas operasi perusahaan.
    -Kontraktor riskan pada kecelakaan dalammenjalankan kegiatannya.
    -Tenaga Kontraktor berbentuk sesaat.
    -Kecelakaan yang menimpa kontraktor tinggi.
    -Kelalaian yang dilakukan kontraktor dapat membahayakan operasi perusahaan dan menyebabkan kecelakaan perusahaan.
    -Kecelakaan yang menimpa kontraktor juga berpengaruh pada kemampuan perusahaan.
  • Perusahaan harus mengaplikasikan Contractor Safety Management Sistem (CSMS) CSMS yaitu suatu system manajemen untuk mengelola kontraktor yang bekerja di lingkungan perusahaan. CSMS adalah system komprehensif dalam pengelolaan kontraktor mulai sejak step rencana sampai proses pekerjaan.

Keselamatan Transportasi
a) Aktivitas Proyek melibatkan kesibukan transportasi yang tinggi.
b) Pembinaan dan Pengawasan transportasi di luar dan di dalam tempat Proyek.
c) Semua kendaraan angkutan Proyek harus penuhi kriteria yang diputuskan.

Pengelolaan Lingkungan
a) Selama proyek berjalan harus dilakukan pengelolaan lingkungan dengan baik merujuk dokumen Amdal/UKL dan UPL.
b) Selama proyek berjalan efek negatif harus ditekan seminimal mungkin untuk menghindari rusaknya terhadaplingkungan. 15. Pengelolaan Limbah dan B3
c) Aktivitas proyek menyebabkan limbah dalam jumlah besar, dalam beragam bentuk.
d) Limbah harus dikelola dengan baik sesuai sama macamnya. Limbah harus selekasnya di keluarkan dari tempat proyek. 16. Kondisi Darurat
e) Perlu disusun Prosedur kondisi darurat sesuai sama keadaandan karakter bahaya proyek misalnya bahaya kebakaran, kecelakaan, peledakan dsb.
f) SOP Darurat harus disosialisasikan dan dilatih pada semua pekerja. 17. Accident Investigation and Reporting System
g) Semua kecelakaan dan peristiwa selama proyek harus diselidikioleh petugasyang terlatih dengan maksud untuk mencari penyebabnya utama agar peristiwa sama tidak terulang kembali.
h) Semua kecelakaan/peristiwa harus dicatat dan di buat analisaserta statistik kecelakaan.
i) Dipakai sebagai bahan dalam rapat komite K3 Proyek.

Audit K3
a) Dengan cara berkala dilakukan audit K3 sesuai sama periode waktu proyek.
b) Audit K3 berperan untuk tahu kekurangan dan keunggulan proses K3 dalam proyek sebagai input proses proyek selanjutnya.
c) Sebagai input dalam memberi penghargaan K3

Alat Pelindung Diri
Peralatan harus yang dipakai saat bekerja sesuai bahaya dan kemungkinan kerja untuk melindungi keselamatan pekerja tersebut dan orang di sekitarnya. Mengenai bentuk perlengkapan dari alat pelindung :

a) Safety helmet
Berperan sebagai pelindung kepala dari benda-benda yang bisa melukai kepala.
b) Safety belt
Berperan sebagai alat pengaman ketika memakai alat trasportasi.
c) Penutup telinga
Berperan sebagai penutup telinga ketika bekerja di tempat yang bising.
d) Kacamata pengamanan
Berperan sebagai pengamanan mata ketika bekerja dari percikan.
e) Pelindung wajah
Berperan sebagai pelindung muka ketika bekerja.
f) Masker
Berperan sebagai penyaring hawa yang dihisap di tempat yang kwalitas udaranya kurang bagus.
g) Sepatu safety
Berperan kurangi efek dan menghindari terlukanya jari-jari kaki dari hantaman, tusukan atau timpaan benda yang berat dan keras ketika terjadi kecelakaan kerja

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s