5 Langkah Membangun Budaya K3

Related image

Ada 5 langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk melibatkan pekerja dalam membangun budaya K3 :

Berhenti Berpikir Keselamatan Kerja yaitu Tanggung Jawab Departemen K3

Kerapkali di banyak pabrik, segalanya berkaitan dengan K3 akan dilakukan oleh departemen K3. Hal ini dapat berlaku bila ada kecelakaan kerja, maka departemen K3 mungkin saja akan dikambinghitamkan. Walau sebenarnya, semestinya keselamatan kerja yaitu tanggung jawab kebanyakan orang terlebih beberapa top manajemen di semasing ruang karena keselamatan kerja akan berguna segera pada operasional semua departemen. Maka, semua departemen harus berhenti meng-subkontrak keselamatan kerja di lokasi mereka pada departemen K3. Tetapi, departemen K3 tetaplah harus bertanggungjawab untuk mengkordinir semua kesibukan K3 di perusahaan

Bangun Program Khusus.

Setiap tingkatan manajemen tentu memiliki pekerjaan dan manfaat yang tidak sama. Oleh karenanya, kita terkadang harus membuat semua program penambahan budaya K3 yang sesuai sama tingkatan manejemen. Untuk tingkatan operator dan staff misalnya kita dapat buat program inspirasi perbaikan keselamatan kerja dan untuk tingkatan Top Manajemen kita dapat buat program inspeksi manajemen teratur per bln.. Program penambahan budaya k3 ada pula yang berbentuk umum seperti Pembuatan HIRADC/Analisa Bahaya dan Kemungkinan Keselamatan Kerja yang mana program itu harus memperhitungkan semua input dari setiap orang di departemen berkaitan.

Setujui Target Bersama

Program yang kita buat harus memiliki tujuan jumlah proses yang pasti. Target-target itu harus disetujui oleh semua pihak termasuk Direktur Utama. Tambah lebih baik lagi bila beberapa tujuan ini bukan sekedar jadi tujuan departemen safety, tujuan ini harus jadi tujuan berbarengan semua departemen. Misalnya, angka inspeksi manajemen departemen semasing per bln. atau angka inspirasi perbaikan yang perlu dihimpun per bln..

Menurut sebuah penelitian kecil pada program budaya K3. Hasil penelitian tunjukkan kalau keterlibatan aktif departemen terhadao tujuan k3 yang didapatkan dapat menambah jumlah proses program K3 sampai 20 kali lipat dalam 1 th..

Kerjakan pengawasan target

Setelah tujuan sudah disusun dengan baik, maka tujuan itu harus selalu dipantau tren per bulannya. Kita dapat lihat dari tren itu mana departemen yang belum penuhi tujuan yang sudah disetujui. Trend-trend itu dapat juga di kirim atau dipresentasikan ke beberapa Manajemen untuk anggota deskripsi sejauh mana mereka ikut serta dalam usaha keselamatan dan kesehatan kerja. Perlu juga pengawasan terhadap penggunaan alat pelindug diri saat bekerja, misalnya apakah pekerja sudah menggunakan pakaian dan sepatu safety dengan benar.

Lakukan konsekwensi dari target

Jangan pernah tujuan yang sudah di buat jadi percuma hanya karena beberapa orang yang dibebankan tujuan itu tidak melakukannya. Oleh karenanya, perlu di buat sebuah mekanisme konsekwensi baik untuk yang meraih tujuan atau yg tidak meraih tujuan. Sebuah meeting Manajemen dapat jadi cara ampuh untuk “mengadili” beberapa orang yg tidak meraih tujuan yang sudah disetujui. Penghapusan bonus dapat juga jadi alternatif untuk jadi konsekwensi dari absennya orang itu pada tujuan yang sudah disetujui.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s