Mengenal Kegunaan Alat Pelindung Diri bagi Pekerja di Berbagai Sektor

Related imageTubuh yang rentan memperoleh serangan dari sumber luar ialah mata, telinga, kulit dan sistem pernapasan. Untuk tiga orang pertama, tabir pelindung atau alat peredam harus digunakan pada orang yang akan dilindungi. Dalam hal semacam ini, perlu diutamakan kalau ketentuan 7 dari COSHH dengan cara khusus menyebutkan kalau pengendalian harus dilakukan melalui usaha –upaya selain sediakan alat perlindungan diri, namun bila usaha lain tidak bisa membuat perlindungan atau memberi pengendalian yang cukup, selain usaha itu, harus disiapkan alat pelindung diri yang sesuai dengan cara mencukupi untuk mengatur pemajanan.

Dengan semua type APD yang ada, penyuplai akan merekomendasikan type yang paling cocok untuk keperluan perlindungan pekerja dan dapat tawarkan beberapa pilihan berdasar pada material, design, warna dsb. Walau demikian, ada beberapa prinsip umum yang perlu diikuti. APD yang efisien harus :

  • Sesuai sama bahaya yang di hadapi
  • Terbuat bermaterial yang akan tahan pada bahan tersebut
  • Pas untuk orang yang akan memakainya
  • Tidak mengganggu kerja kerja operator yang tengah bertugas
  • Memiliki kontruksi yang sangat kuat
  • Tidak mengganggu APD lain yang tengah digunakan dengan cara bersamaan
  • Tidak tingkatkan resiko pada penggunaannya

APD harus :

  • Disiapkan dengan cara gratis
  • Diberikan satu per orang atau bila tidak, harus dibersihkan setelah digunakan
  • Hanya dipakai sesuai peruntukannya
  • Dijaga dalam keadaan baik
  • Diperbaiki atau ditukar bila alami rusaknya
  • Di taruh di tempat yang sesuai ketika tidak digunakan

Operator-operator yang memakai APD harus peroleh :

  • Info mengenai bahaya yang dihadapi
  • Intruksi mengenai aksi pecegahan yang perlu diambil
  • Kursus mengenai pemakaian perlengkapan dengan benar
  • Konsultasi dan diizinkan memilih PPE yang bergantung pada kecocokannya
  • Kursus cara pelihara dan menaruh PPE dengan rapih
  • Intruksi agar melaporkan setiap kecacatan atau rusaknya

MANAJEMEN APD

  • APD diperlukan untuk membatasi hazard lingkungan
  • Janganlah beli APD hanya sekedar memiliki type APD
  • Ada hazard awareness dan pelatihan
  • Ada SOP pemakaian APD
  • APD yang dibeli sudah melalui seleksi keperluan type pekerjaan

PERKEMBANGAN APD

Tehnologi APD berkembang cepat pada APD pada bahaya fisik dan kimia.
Tetapi kurang berkembang pada APD pada bahaya biologi.

Kekurangan pemakaian APD

  1. Kekuatan perlindungan yang tidak prima karena (memakai APD yang kurang tepat, cara penggunaan APD yang salah, APD tidak penuhi kriteria standard)
  2. APD yang sangat sensitive pada pergantian tertentu.
  3. APD yang memiliki saat kerja tertentu seperti kanister, filter dan penyerap (cartridge).
  4. APD dapat menularkan penyakit, apabila digunakan bertukar-ganti.
  5. Rendahnya kesadaran pekerja pada Keselamatan kerja hingga APD sering tidak dipakai.
  6. Dikira kurangi feminitas.
  7. Minimnya.kurang tersedianya aspek stimulan pimpinan.
  8. Karena tidak enak/kurang nyaman.

Ketentuan mengharuskan kalau alat pelindung diri yang disiapkan harus sesuai sama maksudya dan sesuai sama standard yang disahkan oleh Petinggi Kesehatan dan Keselamatan. Contoh kondisi yang memerlukan pemakaian pelindung diri :

  • Ketika dengan cara tehnis mustahil diraih pengendalian yang ideal dengan` usaha – usaha saja, pengendalian harus diusahakan lewat cara lain sejauh cukup praktis dan lalu harus dipakai alat pelindung diri.
  • Ketika alat pelindung diri dipakai membuat perlindungan kesehatan sampai waktunya pengendalian yang ideal terwujud lewat cara lain.
  • Ketika diperlukan aksi darurat, seperti saat terjadi kegagalan pabrik, penyelesaian praktis yaitu alat pelindung diri.
  • Selama operasi pemeliharaan teratur.

Pada beberapa besar masalah, alat pelindung diri terlihat tawarkan alternative yang murah untuk sediakan cara pengendalian rekayasa. Tetapi, bila dilihat lebih detil, permasalahan manajemen yang ditimbulkannya bikin alternative ini kurang menarik. Untuk bikin ketentuan untuk dengan cara teratur memakai alat pelindung diri, perlu diselenggarakan diskusi yang melibatkan serikat buruh atau perwakilan pekerja, sekali ketentuan sudah di ambil, perlu susun gagasan untuk kursus dan pendidikan pengguna. Satu system pembelian, penyimpanan, pembersihan, perbaikan, inspeksi, pengujian, dan perubahan cadangan yang komplit juga harus diputuskan. Lebih jauh, reaksi pekerja saat disuruh memakai alat juga memerlukan insentif keuangan dan pergantian kontrak sebelumnya penggunaan dan manajemen supervise, perlu diperkuat.

Pemakaian bahan kimia juga yang jumlahnya telah sedemikian banyak sudah pasti mengharuskan personil yang berhubungan dengan bahan kimia untuk bekerja lewat cara aman agar terlepas dari kecelakaan kerja akibat bahan kimia.

Mencegah kecelakan kerja dapat dilakukan dengan pengendalian dengan cara tehnis, dengan cara administrasi dan secar a individu. pengendalian dengan cara tehnis, seperti pemasangan LEV (Local Exhaust Ventilation), adalah perioritas utama. Bila pengendalian dengan cara tehnis tidak dapat dilakukan atau akhirnya tidak penuhi kriteria ketentuan yang berlaku, maka dilakukan pengendalian dengan cara administrasi, seperti penyusunan jam kerja pada tempat kerja tertentu, perputaran shift, dan lama waktu yang diijinkan pada tempat beresiko. Meskipun pengendalian dengan cara tehnis dan administrasi sudah digerakkan, namun dalam usaha lebih melindungi keselamatan dan kesehatan karyawan, maka personil yang bekerja harus diperlengkapi dengan alat pelindung diri.

Alat perlindungan diri yang setelah itu dimaksud APD, yaitu perlengkapan keselamatan yang perlu dipakai oleh personil jika berada disuatu tempat kerja yang beresiko. Semua tempat yang dipakai untuk menaruh, mengolah dan pembuangan limbah dapat dikatagorikan sebagai tempat kerja yang beresiko.

APD adalah perlengkapan yang perlu disiapkan oleh entrepreneur untuk karyawannya. Type –jenis APD standard yaitu pelindung kepala, pelindung mata, pelindung muka, pelindung tangan pelindung badan, pelindung kaki, pelindung alat pernapasan dan pelindung alat pendengaran.

1. PELINDUNG KEPALA

Pelindung kepala sering di kenal sebagai safety hermet. Pelindung kepala yang di kenal ada 4 (empat) type yakni Hard Hat kelas A, kelas B, kelas C dan bump cap. Klasifikasi semasing type yaitu seperti berikut :

a. Kelas A
Hard hat kelas A didesain membuat perlindungan kepala dari benda yang jatuh dan membuat perlindungan dari arus listrik sampai 2200 volt.

b. Kelas B
Hard hat kelas B didesain membuat perlindungan kepala dari benda yang jatuh dan membuat perlindungan dari arus listrik sampai 20. 000 volt.

c. Kelas C
Hard hat kelas C membuat perlindungan kepala dari benda yang jatuh, namun tidak membuat perlindungan dari kejatuhan listrik dan tidak membuat perlindungan berbahan korosif.

d. Bump cap
Bump cap di buat dari plastik dengan berat yang enteng membuat perlindungan kepala dari tabrakan dengan benda yang menonjol. Bump cap tidak meggunakan sistem suspense, tidak membuat perlindungan dari benda yang jatuh dan tidak membuat perlindungan dari surprise listrik. Karena bump cap tidak bisa dipakai untuk menukar hard hat type apa pun.

2. PELINDUNG MATA

Perlindungan harus diberikan untuk melindungi mata pada :

  • Efek partikel – partikel kecil yang terlempar dengan kecepatan rendah
  • Efek partikel – partikel berat dengan kecepatan tinggi
  • Percikan cairan panas atau korosif
  • Kontak mata dengan gas atau uap iritan, dan
  • Berkas radiasi elektromagnetik dengan beragam panjang gelombang, termasuk cahaya laser

Pelindung mata di kenal sebagai safety glasses. Safety glasses tidak sama dengan kaca mata umum, baik normal ataupun kir (prescription glasses), karena di bagian atas dan segi kanan-kiri frame terdapat pelindung dan type kacanya yang bisa menahan cahaya ultra violet sampai presentase tertentu. Contoh safety glasses dapat diliat dari gambar berikut :

Mengenai type kaca yang di kenal yaitu seperti berikut :

  • Kacamataa keselamatan umum hanya pas untuk bahaya tambah energi rendah, namun ada dalam beragam ukuran untuk mencocokan dengan muka. Macamnya : jernih, dijepit, beresep, dan berwarna (anti silau).
  • Gogles (pelindung mata) pas untuk berbagai – jenis bahaya, namun type memiliki bentuk terbatas sesuai sama pembuatnya. Type : bahan kimia, debu, gas, gas las, untuk kepentingan umum, dan logam cair.
  • Tameng pas membuat perlindungan mata dan semua muka. Dapat dipasang pada helm atau pita kepala dan bisa pula dipegang tangan. Type : untuk mata, untuk muka, penengok tungku, dan las.

Setiap bahan yang beresiko mungkin memerlukan satu bentuk khusus pelindung mata, yang mungkin tidak pas untuk bahan yang lain. Pada beberapa masalah, perlindungan harus diperluas sampai mencakup semua muk a. Bagaimanapun bentuk bahaya yang ada, alat pelindung harus diambil yang sesuai.

Hal – Hal Umum

Kecocokan antara bahaya dan kenyamanan merupakan aspek yang perlu dipegang dalam penentuan alat khusus itu, karena pengguna harus meyakini benar akan perlindungan yang didapatkan alat ini dan tidak harus sangat terpaksa melepaskanya untuk kurangi ketidak nyamanan selama operasi, ketika perlindungan diperlukan. Masalah oleh rasa ketidak nyamanan akan menggangugu pekerjaan dan dapat mengakibatkan kekeliruan dan kecelakaan. Beberapa bentuk pelindung yang pas harus ada untuk diambil pengguna, sesuai sama bentuk mukanya. Dengan kata lain, product yang ada dapat datang dari satu pabrik.

Beberapa permasalahan yang menyangkut pemakaian alat pelindung mata akan dijabarkan berikut ini. Beberapa permasalahan dapat di tangani dengan penentuan dengan cara tepat, namun permasalahan tertentu tetaplah akan tejadi berbarengan dengan penggunaan alat itu.

  1. Alat itu mungkin tidak membuat perlindungan dari bahaya.
  2. Alat itu mungkin tidak cocok.
  3. Alat itu mungkin tidaknyaman akibat desakan yg tidak rata pada muka.
  4. Alat itu menghambat pandangan.
  5. Kacamata yang di gunakan untuk koreksi penglihatan mungkin mengganggu penggunaan alat pelindung mata dan sebaliknya. Walau telah ada kacamata keselamatan dengan lensa koreksi, kecocokannya terbatas untuk bahaya mata minor.
  6. Layanan optikal dan follow up mungkin diperlukan untuk menangani permasalahan reflaksi cahaya.
  7. Pelindung mata mungkin mengganggu alat pelindung pernafasan atau telinga. Oleh karenanya, apabila kian lebih satu organ yang perlu di jagalah, semakin lebih sesuai apabila disediakan alat pelindung diri yang terintegrasi.
  8. Karena tidak nyaman, pengguna akan coba buang pelindung setiap saat, dengan resiko akan kehilangan perlindungan pada saat itu.
  9. Diperlukan prosedur untuk penggunaan, pembersihan, pengawasan, dan pergantian.
  10. Kursus mungkin diperlukan untuk pengguna dan staf pemeliharaan.

3. PELINDUNG WAJAH

Pelindung muka yang di kenal yaitu goggles. Gogges membeikuan perlindungan lebih baik dari pada safety glasses karena gogges terpasang dekat dengan muka. Karena gogges mengelilingi ruang mata, maka gogges membuat perlindungan lebih baik pada kondisi yang mungkin terjadi percikan cairan, uap logam, uap, serbuk, debu dan kabut. Contoh gogges dapat diliat pada gambar berikut :

Type pelindung muka yang lain yaitu face shield. Face shield memberi perlindungan muka yang menyeluruh dan sering dipakai pada operasi peleburan logam, percikan bahan kimia, atau partikel yang melayang. Banyak face shield yang bisa dipakai berbarengan dengan penggunaan hard hat. Meskipun face shield membuat perlindungan muka, namun face shield bukanlah pelindung mata yang ideal, hingga penggunaan safety glasses harus dilakukan berbarengan dengan penggunaan face shield. Salah satu type face shield dapat diliat pada gambar berikut :

Type pelindung muka yang lain yaitu welding helmets (topeng las). Topeng las memberi perlindungan di wajah dan mata. topeng las memakai lensa absorbsikhusus yang menyaring cahaya yang terang dan energi radiasi yang dihaslkan selama operasi pengelasan. Seperti face shield, safety glasses atatu goggles harus digunakan saat memakai helm las.

4. PELINDUNG TANGAN

APD selanjutnya yaitu APD tangan. Diprediksikan nyaris 20% dari semua kecelakaan yang mengakibatkan cacad yaitu tangan. Tanpa ada jari atau tangan, kekuatan bekerja akan sangat menyusut. Tangan manusia sangat unik. Tak ada bentuk lain di dunia yang bisa mencengkram, memegang, bergerak, dan merekayasa benda seperti tangan manusia. Karena itu tangan harus dilindungi dan disayangi.

Kontak dengan bahan kimia kaustik atau beracun, beberapa bahan biologis, sumber listrik, atau benda dengan suhu yang sangat dingin atau sangat panas dapat mengakibatkan iritasi atau membakar tangan. Bahan beracun dapat terabsorbsi melalui kulit dan masuk ke tubuh.

APD tangan di kenal sebagai safety glove dengan beragam type pemakaiannya. berikut ini yaitu beberapa jenis sarung tangan dengan pemakaian yg tidak terbatas hanya membuat perlindungan berbahan kimia.

 

5. PELINDUNG BADAN 

Dipakai membuat perlindungan badan dari kotoran, percikan, paparan bahan kimia ataupun gesekan benda beresiko, contoh api, asap, bakteri, beberapa zat kimia, dll. Contoh APD untuk tubuh :

a. Apron
Ketetapan memakai sebuah apron pelindung harus dibiasakan di luar pakaian kerja. Apron kulit digunakan untuk perlindungan dari rambatan panas nyala api.

b. Baju pelindung
Dengan memakai baju pelindung yang di buat dari kulit, maka baju umum akan terlepas dari percikan api terlebih pada saat mengelas dan menempa. Lengan pakaian janganlah digulung, sebab lengan pakaian akan membuat perlindungan tangan dari cahaya api.

6. PELINDUNG KAKI
APD setelah itu yaitu APD kaki. Beberapa pakar selama beratus-ratus tahun bikin rancangan dan susunan untuk kaki manusia. Kaki manusia sangat kokoh untuk mensupport berat semua tubuh dan cukup fleksibel untuk sangat mungkin lari, bergerak, maupun pergi. Tanpa ada kaki dan jari kaki, kekuatan bekerja akan sangat menyusut.
Beberapa hal yang bisa mengakibatkan kecelakaan pada kaki. Satu diantaranya yaitu akibat bahan kimia. Cairan seperti asam, basa, dan logam cair dapat menetes ke kaki dan sepatu safety terbaru. Bahan beresiko itu dapat mengakibatkan luka bakar akibat bahan kimia dan panas.

Banyak beberapa jenis sepatu keselamatan dan salah satunya yaitu :

  • Sepatu latex/karet tahan bahan kimia dan memberi daya tarik ekstra pada permukaan licin.
  • Sepatu butyl yang membuat perlindungan kaki pada ketone, aldehyde, alcohol, asam, garam dan basa.
  • Sepatu vinyl tahan pada pelarut, asam, basa, garam, air, pelumas dan darah.
  • Sepatu nitrile tahan pada lemak hewan, oli dan bahan kimia.

7. PELINDUNG PERNAPASAN

Pilihan perlengkapan di bagian ini sangat luas, dari mulai masker debu sekali gunakan umum sampai ke alat pernafasan isi sendiri dan banyak kebingungan kapan alat itu digunakan dan untuk bahaya apa. Bila pilihan salah, dapat membahayakan pengguna dan dapat mengakibatkan aspeksia, diperlukan saran pakar. Kursus pengguna juga diperlukan, tidak bergantung pada alat apa yang digunakan, demikian pula harus ada sarana pemeliharaan dan pembersihan.

Alat Pernafasan

Alat ini memberikan udara yang tidak terkontaminasi, dengan suatu sumber yang di ambil dari udara segar atau udara yang dimampatkan atau disiapkan dari tabung bertekanan tinggi yang dibawa oleh pengguna.

Alta saluran udara segar. Pasokan udara segar dimasukan dalam muka, topeng atau pakaian melalui satu pipa lentuk berdiameter lebar. Daya penggerak diberikan dengan peniup manual atau bertenaga listrik, hingga memberi desakan positif di bagian muka. Perlu ditetapkan basis hawa fresh yang sesuai untuk peniupnya dan juka dioperasikan dengan cara manual, harus ada dua operator. Npf = 50.

Alat pipa hawa bertekanan. Supply hawa diberikan melalui katup yang turunkan desakan kemuka, topeng, atau pakaian. Bila digunakan supply hawa bertekanan yang ada di pabrik, perlu disaring dari kontaminan, seperti oksida nitrogen, karbon monoksida dan asap minyak dari hawa itu sebelumnya memasangkan ke pekerja. Kompresor hawa yang didesain khusus untuk alat pernafasan lebih disenangi, karena kompresor ini memakai minyak pelumas khusus untuk kurangi kerancuan hawa. npf = 1000.

Alat pernafasan yang bisa isi sendiri memakai tabung hawa atau oksigen, yang mengalirkan hawa ke mulut atau ke muka melalui katup penurun desakan. Suhu set sirkuit terbuka memiliki kandungan cukup hawa atau oksigen yang bisa digunakan selama pada 10 sampai 30 menit. Set sirkuit tertutup, yang bisa resirkulasi dan menyaring hawa yang di keluarkan paru, dapat digunakan sampai 3 jam. Npf = 2000.

Hal – Hal Umum
Apabila bagian muka bertekanan negative, kesuksesan alat bergantung pada manfaat sekat pada muka pengguna dengan pinggir masker. Besar dan bentuk muka manusia beragam macam, hingga harus disiapkan beragam ukuran agar pas untuk setiap pengguna. Sayang sekali, type respiratorini tidak pas untuk lelaki yang memiliki berewok, meskipun baru tumbuh selama dua hari. British Standard 5108 menyebutkan kalau uji desakan negatif berikut akan memberikan kebocoran di sekitar mukadan dibagian lain dari alat :

  • Untuk menanggung perlindungan yang baik, kebocoran di bagian muka harus di check oleh pekerja setiap dia memasangnya. Kontrol ini dapat dilakukan seperti berikut : Uji desakan negatif : Tutup lubang masuk alat. Tarik napas perlahan-lahan – tempat hingga bagian muka sedikit mencekung dan tahan napas selama 10 detik.
  • Bila bagian muka tetap masih bertahan cekung dan tak ada kebocoran hawa kedalam, karena bagian muka mungkin telah cukup memuaskan. Bila pengguna temukan kebocoran, bagian muka harus dipasang lagi dan ulangilah uji itu bila kebocoran masihlah ada, dapat diambil kesimpulan kalau type masker muka ini tidak dapat membuat perlindungan pekerja. Pekerja tidak bisa selalu mengencangkan tali kepala sampai titik nyaman, hanya agar muka jadi rapat.
  • Pelindung pernafasan biasanya tidak nyaman digunakan, terlebih bentuk yang mengguanakan paru sebagai daya penggerak dan yang bertekanan negatif di bagian muka.
  • Karena tahanan filter harus dilawan oleh paru pengguna, maka besar tahanan makin tidak nyaman alat itu dan makin besar hasrat tidak untuk memakainyabagi bagian pekerja. Sudah dapat dibuktikan kalau melepas respirator, walau kurun waktu singkat, dapat turunkan tingakt perlindungan makin tinggi tingkat npf, makin besar pengurangan tingkat perlindungan itu.
  • Untuk menjaga aspek perlindungan nominal, semua alat, terkecuali yang sekali gunakan, memerlukan pembersihan dan kontrol setelah digunakan. Produsen harus memberitahu berapakah lama umur canister atau cartridge, dengan memperhitungkan lingkungan tempat alat itu dipakai, dan alat ini harus ditukar menurut periode waktu yang disarankan. Prosedur pemeliharaan dengan cara sentral lebih disenangi hingga sangat mungkin pengguna untuk pelihara kepunyaannya sendiri, karena orang – orang yang di beri tanggung jawab akan berupaya mengerti pemeliharaan, melakukan uji teratur, menaruh catatan mengenai respirator.
  • Praktek dan kursus untuk pengguna sangat diperlukan, meskipun untuk alat pernafasan yang sangat simpel, namun, untuk alat pernafasan, riset harus ekstensif dan jeli. Tidak satu orangpun diizinkan memakai satu set, bila dia tidak mengerti benar alat itu dan tahu benar prosedur – prosedur yang perlu dilakukan dalam masalah kritis darurat. Layanan penyelamatan tambang dan petugas pemadam api memiliki ketrampilan yang besar dan memiliki pengalaman dalam penggunaan alat pernafasan yang isi sendiri di Inggris.

8. PELINDUNG ALAT PENDENGARAN

Ketentuan 7 pada Nose at Work Regulations 1990 mewajibkan kalau pemajanan pekerja pada kebisingan harus dikurangi sejauh mungkin lewat cara selain pemakaian alat pelindung telinga. Tetapi, ketentuan 8 mewajibkan kalau alat pelindung telinga personal yang pas dan efektif disedikan untuk semua pekerja yang terpajan pada tingkat kebisingan harian pada tingkat tindakan pertama (85 dB (A)) dan tingkat tindakan ke-2 (90 dB (A)). Bila seumpamanya pekerja terpajan pada kebisingan di atas tingkat tindakan ke-2 atau tingkat puncak tindakan (140 dBA), entrepreneur harus sediakan alat pelindung telinga yang sesuai dan efektif, yang bila digunakan dengan cara benar akan turunkan sampai di bawah tingkat kebisingan tadi. Contonya :

  • Karena kebisingan dibuat dalam beragam tingkatan frekwensi, pilihan alat pelindung telinga harus didasarkan pada hasil pengukuran spectrum kebisingan yang akan di turunkan kekuatanya.
  • Alat pelindung telingan berbentuk penutup telinga, yang menutupi semua telinga dan sumbat telinga yang dimasukan kedalam lubang telinga. Tetapi, pada ke-2 grup ini, terdapat bagian-bagian. Penutup telinga dapat memiliki beragam tingkat penurunan kebisingan, sesaat sumbat telinga dapat di buat dari beragam type bahan, sangat baik gunakan ataupun gunakan lagi.
  • Disarankan alat pelindung telinga harus digunakan apabila tingkat kebisingan di tempat kerja tidak bisa di turunkan sampai di bawah 85 dB (A). derajat perlindungan harus sedemikian ruma hingga tingkat kebisingan pada telinga pekerja di bawah 85 dB (A).
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s